| Inductions MBCfPE into Exiiting Operating Systems - Saturday, May 12, 2012
Induction MBCfPE into Existing Operating Systems
in University
|
|
|
team taskforce IQAF bidang Perguruan Tinggi membedah ISO 9000-9004 dan Borang PT
|
Dari fakta lapangan BUMN yang konsisten mengimplementasikan Baldridge Criteria melalui assement dan menggunakan OFI hasil assement menunjukan perbaikan corporasi secara konseptual dan terarah. Kini Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence MBCfPE) digunakan oleh Kementerian BUMN untuk mengevaluasi Kinerja seluruh BUMN BUMN yang exist.
Salah satu kelebihan dari metode ini ialah dapat masuk atau menginduksi dan menyelaraskan hampir semua sistem yang sedang berjalan atau diterapkan disatu organisasi, dan menunjukan atau menuntun bagaimana sistem yang sedang berjalan itu dapat memberikan nilai lebih yang semula tidak terpantau oleh sistem yang ada. ( Testimoni Astra Daihatsu Motor di IQA Award ke 5 tahun 2011).
Menghadapi tantangan dan kebutuhan tentang kualitas yang berstandar dunia yang datang dari para best /penyelenggara bidang Kesehatan Pendidikan dan Pemerintahan practice maka IQA Foundation sebagai lembaga non profit yang mengoperasionalkan dan mensosialisasikan metode Malcolm Baldridge sejak 2005 sampai saat ini dan dijadikan salah satu lembaga rujukan mengenai Baldridge di Indonesia liwat penyelenggaran IQA ward (Indonesian Quality Award) membentuk team taskforce ssbagaimana Baldridge Criteria yang terdiri dari 4 bidang sbb :
1.Team taskforce bidang pendidikan Perguran Tinggi, untuk mendalami syarat atau requirement Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Borang dan ISO 9000-9004 yang banyak digunakan oleh Perguruan Tinggi untuk memperbaiki kinerja dalam rangka mendapatkan Akreditasi BAN PT.
2. Team Taskforce bidang Kesehatan/Rumah Sakit Untuk sektor mendalami requiremnt dari Joint Commission International (JCI) dan requirement yang diperlukan agar Rumah Sakit bisa mendapatkan Akreditasi.
3. Team Taskforce Bidang Pemerintahan mendalami Kepmen Menteri PAN RdanB cq . Direktorat Pelayanan Publik dalam memberikan penilaian Pemerintahan Kabupaten/ Kota sehubungan dengan pemberian Anugerah Citra Bhakti Nusantara yang award-nya diberikan langsung oleh Presiden kepada pemenang.
4. Team Bidang Bisniss sudah berjalan sejak 2005 sampai saat ini.
Bertempat di Kantor IQAF baru baru ini team taskforce bidang Rumah Sakit membedah ISO 9000 dan 9004 dan Borang requirement Perguruan Tinggi sebagai syarat mendapatkan akreditasi BAN-PT untuk di Induksikan dengan Baldridge Crieria sehingga nantinya selain untuk membantu Perguruan Tinggi untuk mendapatkan Akreditasi BAN PT namun juga dapat meningkatkan tingkat keekselenananya atau rangking keekselenanya menjadi Pergutuan Tinggi yang Ekselen terutama bagi Perguruan Tinggi yang sudah memiliki nilai Akreditasi yang maksimal.
Rencananya dalam waktu dekat ini IQAF akan mengadakan workshop dengan LPM Perguruan Tinggi untuk mengenalkan metode " Sistem Manajemen Kinerja Ekselen " hasil induksi Baldridge Criteria terhadap ISO dan Borang Perguruan Tinggi dan dilanjutkan dengan Seminar Nasional Pendidikan Perguruan Tinggi . Sesuai dengan program kerja dan Visi Misi IQAF dalam
|
| MBCfPE - PEFINDO - Friday, May 11, 2012
MEMBANGUN BUMN UNGGUL
MELALUI PENCAPAIAN RATING dan KINERJA EKSELEN
![]()
I.N.Winartha
Berbagai kebijakan telah ditempuh untuk mendorong daya saing BUMN ditingkat Internasional, diantaranya Dahlan Iskan telah memprogramkan rating BUMN melalui PEFINDO disisi lain sebagian besar BUMN telah mengimplementasikan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) untuk mendorong BUMN berkinerja ekselen dan menjadi Perusahaan Kelas Dunia.
Guna mencapai rating terbaik diperlukan sistem manajemen sebagai vehicle-nya, agar apa yang dicapai dapat dipertahankan dan ditingkatkan secara konsisten dan berkesinambungan. Memperhatikan bahwa semua Perusahaan khususnya BUMN bukanlah Perusahaan baru, maka sudah pasti telah terimplementasi berbagai sistem dan teknik manajemen dalam mewujudkan kinerjanya.
Berbagai sistem dan teknik manajemen tersebut akan sangat efektif dan efisien bilamana dikemas dalam sistem manajemen yang terpadu.
Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence dapat memadukan seluruh sistem eksisiting untuk mewujudkan kinerja yang terbaik termasuk mencapai rating PEFINDO yang tertinggi sebagaimana terlihat dalam bagan berikut :
MODEL INTEGRASI MANAJEMEN

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
INTEGRASI MBCFPE - PEFINDO

|
| Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence di Indonesia - Wednesday, May 09, 2012
Malcolm Baldridge Criteria for Excellence
di Indonesia
|

|
|
Wahyu Hidayat Sekretaris Kementerian BUMN beserta Rudjito dan Zaenal Soedjais pembina IQA Foundation pada acara BUMN Executive Breakfast Meeting di PT Aneka Tambang.
|
Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence adalah Creteria yang dikeluarkan oleh MBNP Malcolm Baldridge National Program lembaga dibawah NIST Amerika. Metode Baldridge telah membawa kembali keunggulan perusahaan perusahaan / produk Amerika di dunia dari keruntuhan akibat saingan dari produk Jepang di tahun 1980-1990. Dan dapat di-download oleh siapa saja tanpa dikenakan biaya.
Banyak negara mengadopt kriteria ini untuk dijadikan metode perbaikan atau peningkatan kinerja ekselen. Ada yang mengadopt 100% namun ada juga yang mengambil "roh" nya dan kemudian ditambah beberapa kriteria "lokal" . Misalnya Jepang, Eropa, Australia dan New Zealand dan banyak lagi.
Di Indonesia IQA Foundation (IQAF) sebagai penyelenggara Indonesian Quality Award mengadopt seutuh nya kriteria Malcolm Baldridge ini sebagai tool dalam melakukan assemen IQA Award yang diselenggarakan dari tahun 2005 sampai sekarang ini. Diadop seutuhnya kriteria karena dengan 360 pertanyaan HOW lengkap dengan Baldridge Mainframe sudah sangat lengkap untuk memotret kinerja perusahaan seutuhnya untuk dilakukan program peningkatan berkelanjutan dan tidak mengarah ke sesuatu hal yang spesifik namun berlaku universal. Dengan demikian hasil atau score assesment oleh IQAF menjadi standard. Penambahan atau pengurangan atau modifikasi requirement menyebabkan baik score atau hasil assesment malah menjadi tidak standard atau tidak valid untuk dibandingkan.
Namun sudah ada beberapa award internal yang menggunakan atau modifikasi dari yang asli, dan itu oke oke saja karena untuk kebutuhan internal, dan tujuannya tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan, yakni membuat perusahaan menjadi ekselen.
Kriteria ini awalnya di Amerika namun tidak diperuntukkan khusus untuk perusahaan Amerika saja tapi bebas digunakan oleh siapa saja . Karena Filosophi Baldridge ini ialah semakin tinggi daya saing maka semakin kosumen yang diuntungkan.
"Metode Malcolm Baldridge akan dipakai oleh Kantor Kementerian Negara BUMN untuk mengukur Kinerja Ekselen BUMN" ujar Wahyu Hidayat yang saat ini adalah Sekretaris Kementerian BUMN yang memang sudah sangat paham mengenai manfaat dan yakin bahwa metode ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan sejak masih menjadi direktur di salah satu BUMN diakhir tahun 90 han..
Baldridge sudah terbukti meningkatkan kinerja di banyak BUMN sejak diimplementasikan melalui ajang Indonesian Quality Award for BUMN (IQA for BUMN) di Bali tahun 2005. Kegiatan IQA Award for BUMN terus berlangsung sampai sekarang namun sejak tahun 2008 kata kata for BUMN dihilangkan dengan pemikiran agar peningkatan kinerja ekselen menggunakan metode Baldridge yang sudah terbukti/proven di BUMN juga bisa tersebar di sektor Kesehatan/ Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, Pemerintahan dan Bisnis secara nasional.
Dengan ditetapkan Malcolm Baldrige sebagai tool untuk menilai kinerja BUMN oleh Kantor Kementerian BUMN, maka kita harap sektor Pemerintahan Kesehatan (Rumah Sakit), Pendidikan Nasional/ DIKTI (Universitas) dan Kementerian PAN dan RB juga akan mengadopt atau mengaplikasikan metode Baldridge ini. "Metode Baldridge ini memang sudah proven didunia" kata Harris Iskandar Sek Ditjen Kementerian Pendidikan Nasional sewaktu menerima kunjungan pengurus IQA Foundation yang dipimpin oleh Orie A Sutadji beberapa waktu lalu di kantornya Di Gedung DIKTI Senayan Jakarta.
Mudah mudahan usaha yang dirintis oleh IQA Foundation dalam meningkatkan kinerja ekselen akan disambut positif dan berbuah. bergulir bagai bola salju yang makin lama makin besar dan makin laju. Semoga!
sumber photo BEC |
| Meningkatkan Kualitas Perguruan Tinggi ke Tingkat Ekselen - Tuesday, May 01, 2012
Mengukur Kualitas Kinerja Ekselen Perguruan Tinggi

Jumlah Perguruan Tinggi yang ada saat ini berkisar 3.100, 77 diantaranya berstatus Perguruab Tinggi Negri . Namun sayang dari ribuan perguruan tinggi yang ada belum ada satu Perguruan Tinggi yang pernah diukur ke ekselenan kinerja nya terkecuali BINUS. Sehingga kita tidak tahu persis dimana ranking atau tingkat keekselenan Perguruan Tinggi kita di Dunia ini.
Dengan begitu banyak nya jumlah perguruan tinggi yang tersebar di seluruh nusantara membawa problematik tersendiri bagi DIKTI untuk mengawasi dan meningkatkan kualitas dan kinerja mereka.
Tanggal 1 Mei 2012 pengurus IQA Foundation yang dipimpin oleh Ketua Umum Ibu Orie A Sutadji diterima oleh Bapak Harris Iskandar Sekretaris Diretoral Jendral Perguruan Tinggi , dalam kesempatan itu dijelaskan tentang visi misi organisasi IQA Foundation dalam turut mempercepat peningkatan kinerja ekselen Perguruan Tinggi dengan menggunakan kinerja ekselen yang dinamakan Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence (MBCfPE).
"Memang sudah ada dari lembaga dari luar negri yang menawarkan kerjasama dengan DIKTI untuk mengukur tingkat keekselenan kinerja dan sekaligus meningkatkan kinerja menggunakan methode Malcolm Baldridge ini. Namun Beliau mengharapkan agar IQAF sebagai lembaga yang mengimplementasikan Baldridge sejak 2005 lebih mengambil peran untuk meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi ini, karena memang metode Baldridge ini sudah proven di dunia. DIKTI siap bekerjasama dan mensupport kegiatan IQAF mendatang sekaligus memberikan penawaran untuk menggunakan Ruang Audotorium yang ada tanpa harus dipungut bayaran!" Ujar Sekretaris Direktorat Jendral Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudataan RI, setelah mendengar uraian tentang visi misi dan program IQAF yang disampaikan oleh Ibu Orie A Sutadji ketua Umum IQAF di kantornya pada tanggal 1 mei 2012 di ruang kantor DIKTI lantai 19 Senayan Jakarta.
Dengan support dan janji dari DIKTI, pengurus IQA Foundation optimist bahwa program percepatan peningkatan kinerja ekselen di Perguruan Tinggi akan cepat terjadi melalui assesmen dan pengimplementasian metode Malcolm Baldridge ini . Hal ini sudah terjadi terjadi di 10 BUMN yang kini sudah masuk dalam peringkat Good Performance bahkan 2 BUMN sudah masuk dalam peringkat Emerging Industry Leader.
Adapun untuk appresiasi atas pencapaian kinerja ekselen . IQA Foundation menyelenggarakan acara Penganugerahan IQA Award yang diselenggarakan oleh IQA Foundation setiap tahun sejak 2005 sampai sekarang.- |
| Executive Luncheon Meeting - Monday, April 30, 2012
LUNCHEON MEETING
Luncheon Meeting yang diselenggarakan oleh IQA Foundation hari ini tanggal 30 Mei 2011 di Hotel Century Jakarta. Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan kinerja ekselen BALDRIDGE Criteria, agar bisa diimplementasikan oleh perusahaan supaya terjadi percepatan peningkatan kinerja perusahaan. Acara berlangsung sambil makan siang dan diskusi langsung dengan para undangan yang hadir.Diskusi difasilitasi oleh Bapak Tumpal Siregar dan Bapak Rudjito.
Dalam kesempatan ini Ibu Dr Orie A Sutadji sebagai Ketua Umum yayasan IQA Foundation menjelaskan hubungan IQA Foundation dengan NIST lembaga dibawah Kementrerian Perdagangan Amerika. NIST selalu memberikan sambutan berupa statement statement baik dalam bentuk Video Message atau mengirim utusan hadir dalam acara Penganugerahaan Indonesian Quality Award yang diselenggarakan oleh IQA Foundation setiap tahun sejak tahun 2005 sampai saat ini. Dan menjelaskan bagaimana Kriteria Ekselen ini sanggup membawa daya saing produk dan ekonomi Amerika bangkit dari keterpurukan akibat terdesak dan mulai kalah bersaing dengan produk Jepang di era awal tahun 1980.
Acara ini dihadiri oleh ketua Dewan Bapak Pembina Bacelius Ruru dan Bapak Zaenal Soedjais anggota Dewan Pembina dan pengurus IQAF lainnya dan di tutup dengan sambutan oleh Bapak Ricky SP Siahaan sebagai anggota Dewan Pembina yang baru. -
|
| Pertemuan antara PERSI dan IQA Foundation - Tuesday, April 24, 2012 Menghela Pencapaian Standard Pelayanan
Rumah Sakit Ekselen

Ketua Umum PERSI Sutoto bersama Ketua Umum IQAF Orie A Sutadji
PERSI adalah kependekan atau singkatan dari "Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia" yang jumlah anggotanya lebih dari 1700 Rumah Sakit yang tersebar diseluruh Nusantara. . Salah satu Visi PERSI adalah "Mendorong Perumahsakitan di Indonesia meningkatkan Mutu hingga setaraf dengan rumah sakit di Asia Pacific. Sedangkan salah satu visi IQA Foundation adalah membangun kinerja ekselen kelas dunia organisasi profit dan non profit nasional dalam upaya meningkatkan daya saing global.
Berangkat dari kesamaan idealisme antara PERSI dan IQAF , maka tanggal 9 April 2012 di Melia Hotel Jl Rasuna Said Jakarta diadakan pertemuan antara PERSI Bapak DR Dr Sutoto Mkes sebagai ketua umum PERSI dengan team dari IQA Foundation yang dipimpin ketua Umum oleh Ibu DR Orie A Sutadji MBA.
Kebutuhan PERSI saat ini adalah meningkatkan mutu Pelayanan Rumah Sakit di Indonesia agar tidak banyak lagi pasien Indonesia berobat ke Luar Negri, bahkan bila mungkin justru pasien negara lain yang berobat ke Indonesia. IQA Foundation merasa yakin bahwa metode peningkatan kinerja ekselen organisasi Rumah Sakit akan bisa cepat terbangun bila merujuk pada metode Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence. Metode sudah dijadikan basis bagi pengukuran kinerja ekselen di 78 negara maju di dunia. Di Amerika Serikat dimana standard kualitas pelayanan rumah sakit sudah sedemikan tinggi justru Rumah Sakit Rumah Sakit yang paling fokus mengimplementasikan kriteria Baldridge bidang kesehatan sebagai alat peningkatkan kinerja secara berkelanjutan/ continous improvement.
Untuk inilah maka IQAF yang sudah sejak tahun 2005 mengopersionalkan konsep kinerja ekselen "Baldridge" atau lengkapnya "Malcolm Baldridge Health Care for Performance excellence"(MBHCfPE) merasa sangat perlu bekerjasama dengan PERSI untuk mengimplementasikan kriteria "Baldridge" di Rumah Sakit Rumah Sakit agar pertanyaan "What Next" yang sering muncul dari pihak penelola rumah sakit yang sudah mendapatkan Akreditasi dari JCI dan setrtifikat ISO diatas bisa terjawab, yakni Baldridge Performance Excellence Criteria dimana kriteria "Baldridge" juga dijadikan acuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja banyak Rumah Sakit diluar. Penerapan MBHCfPE yang konsisten akan menjamin hasil yg baik pada proses akreditasi RS berstandar Internasioanal oleh JCI dan sekaligus menaikan daya saing global.
Metode peningkatan kinerja "Baldridge" kekuatannya adalah assesment, para assesor dibekali dengan dengan 360 pertanyaan "HOW" yang akan memotret proses proses dan result di 7 kriteria hingga kesendi sendi organisasi dan kemudian hasil pemotretan tersebut akan dibedah keekselenan prosesnya dan resultnya dengan menggunakan pertanyaan/kajian yang bernuansakan ADLI (Approach Deployment Learning dan Integrasi}guna menemukan apakah sudah sistimatis terjabarkan secara dalam dalam luas dan apakah semua itu bisa direwind untuk dijadikan pembelajaran dan bagaimana kualitas integrasinya apakah bisa dengan pemahaman untuk kepentingan organisasi secara kesluruhan dapat menembus sekat sekat tanpa adanya gesekan yang tidak perlu ? Sedangkan pertanyaan/kajian untuk Result bernuansa LeTCI (Level Trend Comparisson and Intergrasi ) akan memastikan bahwa seluruh hasil/result yang dicapai dapat diketahui secara kuantitif dan absolut.
Feedback.adalah dokument yang disusun oleh eximiner atas hasil assemen jadi isinya sangat aktual dan faktual yang diwujudkan dalam format umpan balik atau Opportunity For Improvement. yakni pernyataan yang menyoroti hal apa saja dan dimana saja yang mempunyai potensi untuk perbaikan. Dan OFI OFI ini bila ditindak lanjuti akan terjadi perbaikan atau disebut continous improvement. Dengan Feed back maka perencanaan atau mendesign perbaikan dilakukan secara secara konseptual effisien cepat dan less cost.
Dan ini yang dibutuhkan oleh pengelola rumah sakit di Indonesia dalam meningkatkan Pelayanan agar tidak lagi pasien kita harus beribat keluar negeri hanya karena persoalan kualitas pelayanan. Kita harap kerja sama antara PERSI dan IQAF bisa terwujud atas dasar idealisme nasionalisme dan for sake of the nation.-.
jakarta april 2012 |
| Serah terima Pengurus IQA Foundation - Tuesday, April 24, 2012 THANKS and WELCOME
 |
Orie Andari Sutadji dan Ricky SP Siahaan
|
|

|
|
Pemotongan tumpeng dalam rangka Ulang tahun IQA Foundation ke 6 oleh Ketua Dewan Pembina Bacelius Ruru
|
|
Tanggal 18 April 2012 di lantai 3 Pertamina Learning Centre Simprug Jakarta telah diadakan serah terima Jabatan Ketua Umum IQAF dari Ricky SP Siahaan ke pada Orie A Sutadji. Sedangkan Ricky SP Siahaan masuk pada jajaran susunan Dewan Pembina. Hasnil Rasyid diangkat menjadi Ketua Dewan Pengawas menggantikan Singgih Riphat. Diangkatnya Ricky SP Siahaan masuk dalam jajaran dewan Pembina didasarkan pada keterlibatannya dalam pendirian BEC dan IQA Foundation dari sejak dari awal, sehingga diharapkan akan lebih berperan dalam mengawal organisasi ini berjalan sesuai dengan cita cita sejak organisasi ini didirikan.
"Saya merasa bahagia karena ternyata yang dipilih oleh Dewan Pembina adalah Ibu Orie sebagai penerus saya. Diharapkan Ibu Orie akan lebih mempercepat pencapaian harapan harapan organisasi dalam mengembangkan kinerja ekselen berbasis Baldridge Kriteria ini" ujar Ricky dalam sambutan acara serah terima jabatan tersebut.
Menginjak tahun ke 7 IQA Foundation sudah mulai dipercaya oleh banyak organisasi sebagai pusat pengembangan Performance Ekselen di Indonesia katakanlah dari Menpan kini Perguruan Tinggi dan Kesehatan sedangkan dilingkungan BUMN IQAF sudah dikenal sebagai organisasi yang mengoperasikan dan mensosialisakan kinerja Ekselen " Malcolm Baldridege , yang akan dijadikan tools untuk menilai kinerja BUMN. Untuk itu sekali lagi kita ucapkan terima kasih pada Ricky Siahaan atas pencapain dalam membesarkan Yayasan selama ini dan tentuinya mengharapkan pada Ibu Orie agar semua yang dicita citakan itu bisa terwujudkan lebih cepat .- fts.-
|
| Dewan Juri Indonesian Quality Award 2011 - Wednesday, March 21, 2012
DEWAN JUDGE INDONESIAN QUALITY AWARD 2011
|
| Kriteria Kinerja Ekselen di BUMN - Monday, March 12, 2012
Kriteria Kinerja Ekselen di BUMN
Kantor Kementrian BUMN akan menggunakan score Baldridge sebagai penilaian kinerja perusahaan. Cara ini sangat effisien dan strategis bagi Kantor Kemenrtrian dalam meningkatkan performance / kinerja BUMN yang jumlahnya hampir 160 perusahaan. Peningkatan kinerja dengan menggunakan Criteria Baldridge diyakini sebagai methode yang paling comprehensive dan sudah banyak terbukti hasilnya baik di Dunia dan di beberapa BUMN. Score yang dihasilkan melalui assesmen menggunakan metode Baldridge sangat bisa dipertanggung jawabkan dan akurat.
Baldridge assesmen memberikan feedback berupa pernyataan peluang untuk perbaikan atau OFI (Opportunity For Improvement) kepada perusahaan yang dijadikan perhatian dalam memperbaiki dan meningkatkan kinerja, demikian kurang lebih inti yang disampaikan oleh Bapak Wahyu Hidayat sewaktu menerima pengurus IQA Foundation tanggal 17 Februari 2012 (5 hari sebelum Beliau dilantik menjadi Sekretaris Kementrian BUMN RI tanggal 22 Februari 2012).
IQA Foundation yang pengurusnya berintikan para mantan pegawai PT Telkom yang mengembangkan Baldridge di PT Telkom di akhir tahun 90 -an dan sebagai innisiator pendiri Forum Mutu BUMN yang kini menjadi Forum Ekselen BUMN (FEB) tentu merasa "Plong" dengan penjelasan Bapak Wahyu Hidayat diatas, dan dengan BUMN menjadi pioner dalam penerapan kinerja ekselen berdasarkan Baldridge Kriteria juga akan mendorong perusahaan perusahaan Swasta menjadi ekselen, dan secara bersama- sama akan mempercepat peningkatan Daya Saing Nasional.
|
| IQA Foundation Continues Improvement Cycle - Monday, March 12, 2012
Dokumen Aplikasi (DA): Adalah Suatu Dokumen yang disusun oleh perusahaan sebagai salah satu syarat untuk bisa di asses atau ikut dalam ajang IQA Award. Dokumen ini penulisannya disusun mengikuti format yang sudah ditentukan dalam buku Kreteria Malcolm Baldridge yang terdiri dari dan dimulai dengan Company Profile (P). Diikuti dengan kriteria (1) Leadershp, (2) Strategic Planning, (3) Costoumer Fokus, (4) Measurement Analisys and Knowledge Management, (5) Work Force Focus, (6) Operation Focus dan (7) Result.
Documen ini dianjurkan sebanyak 50 halaman dengan maksud agar yang ditampilkan adalah hal hal penting yang paling berpengaruh pada kinerja penting yang terjadi atau berjalan di dalam perusahaan.Team Penulis Penyusun DA memahami Kriteria dengan mengikuti pelatihan penulisan DA
Assesmen Tujuh kriteria Baldrige yang tertulis dalam Dokumen Aplikasi inilah yang diasses oleh team eximiner yang terdiri dari 5 lima eximiminer. Adapun proses assesmen-nya dilaksanakan dalam dua tahap yakni On Desk Assesment dan Site Visit assemen. Assesmen dengan menggunakan alat atau tools Baldridge akan menelusuri kinerja pada proses yang sedang berjalan dalam organaisasi perusahaan. Dengan assesmen maka akan dapat ditemukan Strength dan hal hal apa saja dan dimana saja proses [proses yang tidak ekselen dan dijadikan sebagai OFI untuk dibuatkan perencanaan dan design perbaikan untuk peningkatan kinerja ekselen, secara Continous Impovement Perusahaan didasarkan dari perencanaan yang matang dan koseptual.
Result (R) ( 450 point) yang dibagi dalam (5) lima bagian yakni :
R1 (120 point) adalah hasil fokus pada Produk dan Proses.
R2 (90 point) adalah fokus pada hasil Pelanggan.
R3 (80 point) adalah fokus pada hasil Tenaga Kerja.
R4 (80 point) Hasil fokus pada Leadership dan Tata Kelola.
R5 (80 point) adalah fokus pada hasil hasil Keuangan dan Market.
Awarding atau Penganugerahaaan adalah hari H dimana diserahkan hasil assesment pada para peserta yang terdiri dari Piala atas pencapaiannya beserta Score dan Feedback Report.
Applican Gathering adalah suatu workshop sebagai kelanjutan setelah Penganugerahan, tujuannya mengevaluasi penyelenggaraan assesment secara keseluruhan dan pencerahaan dari team teknis assesmen untuk memahami "Karakteristik Utama" dan "Holistic View" assesmen tentang cara bagaimana melihat atau membaca feedback report untuk di tindak lanjuti (Tindak Lanjut OFI) oleh Aplikan sehingga bisa effektif dan langsung menindak lanjuti yang fokus pada permasalahan.
Eximiner Gathering adalah evaluasi dari Panitia Pelaksana terhadap jalan assesmen dan peran para exciminer dalam menjalankan tugasnya selama proses assement (khusus untuk Eximiner dalam rangka peningkatan kualitas dan assesment berikut).
|
| Penilaian Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pemerintahan Kabupaten/Kota. - Friday, March 02, 2012
PENILAIAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAHAN KABUPATEN/KOTA

Tim IQA Foundation bersama Asisten Deputi Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Bapak Hendrumal Panjaitan serta Ibu Sri Hartini. Pertemuan antara Bapak WaMen PAN, Eko Prasojo, Deputi Pelayanan Publik, Bapak Wiharto, Asdep Pelayanan Publik, Bapak Hendrumal Panjaitan beserta stafnya, dengan pengurus IQA Foundation, pada tanggal 10 Januari 2012 di Kantor MenPAN
Sejalan dengan perkembangan keberadaan "Indonesia" menjadi anggota negara G 20 di dunia International dan menjadi negara "Layak Investasi", maka kualitas tingkat pelayanan publik pun harus meningkat.
Untuk itu Kementerian Pendayaan Aparatur Negara Negara dan Reformasi Birokrasi cq Direktorat Pelayanan Publik yang dipimpin oleh Bapak Wiharto saat ini sedang mengadakan workshop dengan IQA Foundation membahas tentang Pedoman Penilaian Penyelenggaran Pelayanan Publik - Peraturan Menteri nomor 12 tahun 2009 yang sudah dirubah menjadi Peraturan Menteri nomor 44 tahun 2011 dan direvisi kembali menjadi Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2012.
Adapun tujuannya workshop ini adalah bagaimana agar Penilaian Kinerja Penyelenggaran Pelayanan Publik Pemerintah Kabupaten /Kota dapat dilaksanakan dengan baik, hasil/skor-nya akurat, dapat dipertanggung jawabkan sekaligus memberikan Feedback berupa Peluang Perbaikan Kinerja ke depan kepada masing masing pemerintahan Kabupaten/Kota yang ikut dalam peniliaian.
Kabupaten/ Kota yang dinilai terbaik sebagai sebagai penyelenggara pemerintahan dalam Pelayanan Publik akan mendapatkan penghargaan berupa piala "CITRA BHAKTI ABDI NEGARA " yang akan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia dan piagamnya akan diserahkan olen Menteri Pemberdayaan Negara dan Reformasi Birokrasi.
|
| KALENDER EVENT IQA FOUNDATION 2012 - Tuesday, January 31, 2012
KALENDER EVENT IQA FOUNDATION 2012
|
| KERJA CERDAS, CEPAT DAN TIDAK HANYA KERAS - Saturday, January 07, 2012
KERJA CERDAS, CEPAT DAN TIDAK HANYA KERAS
Sekalipun sejak tahun 2009 Amerika mengalami krisis ekonomi akibat keserakahan korporasi keuangan, namun Amerika tetap saja merupakan negara adidaya di Dunia. Tentunya kekuatan adidaya Amerika ditunjang oleh keberadaan perusahaan-perusahaan besar Amerika yang mempunyai pengaruh kuat hampir di seluruh dunia.
Bangsa Amerika menjunjungi tinggi nilai sportifitas dan kerja keras dalam bersaing untuk unggul, di mana hal tersebut sudah menjadi bagian dari budaya kehidupannya. Maka tak heran jika presidennya sendiri yang memberikan Penghargaan/Award secara langsung kepada perusahaan yang meraih score tertinggi dalam ajang yang disebut "Malcolm Baldridge National Quality Award" yang diadakan setahun sekali. Hal ini sebagai bentuk keyakinan bahwa melalui kinerja perusahaan yang ekselen, bangsa Amerika akan selalu berada di depan untuk memimpin perekonomian dunia.
Di Indonesia, BUMN sudah membuktikan dirinya sebagai pilar kekuatan ekonomi dalam menghadapi krisis tahun 1998 lalu. Sekalipun ketika itu banyak BUMN yang masuk dalam daftar merugi. Namun, tahun 2003 adalah awal BUMN masuk dalam era "mandiri" di mana pemerintah tidak bisa lagi menalangi BUMN yang merugi. Untuk itu dikeluarkan UU BUMN nomor 19 tahun 2003 yang merupakan awal bagi BUMN untuk menjadi mandiri dan profesional. Hasilnya, sejak saat itu beberapa BUMN yang merugi dapat menekan kerugian yang acapkali dialaminya.
Namun itu saja tidak cukup, Sugiharto mendorong agar terjadi effisiensi dengan menciptakan terobosan yang mengedepankan sinergi antar BUMN. Demikian pula di era Sofyan Djalil sinergi ini lebih ditingkatkan, bahkan bukan itu saja, beliau mendorong agar BUMN juga bisa berjalan lebih cepat dan luwes dalam menghadapi era persaingan yang lebih berat. Atmosfir kerja keras, cepat, cerdas dan effisien yang sudah melai membudaya ini dilanjutkan oleh Mustafa Abubakar dengan mendorong lagi agar BUMN-BUMN besar lebih kerja keras lagi dalam upaya menciptakan terobosan-terobosan yang membawa BUMN menjadi leader bukan hanya di pasar domestik tapi juga di pasar global.
Tahun 2007, Bulog di bawah kepemimpinan Abubakar mencatat hasil yang luar biasa, dari hampir ditutup hingga akhirnya BULOG mampu menjadi perusahaan yang membawa kebanggan baik bagi karyawannya maupun pemerintah.
Tahun 2011, justru Dahlan Iskan yang menjadi bintang dalam membawa PLN menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi karyawan PLN, dan mulai dicintai rakyat dengan keberhasilan mengurangi "byar pet" serta meningkatkan penghasilan dngan membuat gebrakan effisiensi dan kerja keras.
Di penghujung tahun 2011, PLN baru saja menyelesaikan self-assesment dengan menggunakan metode pengukuran Baldridge pada 44 unit cabang yang tersebar di seluruh Nusantara. Hasil assesment ini akan digunakan oleh dewan direksi untuk mengetahui secara rinci dan jelas tingkat kinerja serta kekuatan-kekuatan apa yang ada pada tiap unit, untuk ditindak lanjuti. Kebijakan melakukan self-assesment ini dikeluarkan saat Dahlan Iskan menjadi orang nomer satu di PLN. Di tahun 2012 - 2013 ini kita akan melihat hasil kerja dari PLN yang akan lebih mencengangkan berkat dasar pondasi yang sudah dibangun oleh Dahlan Iskan sebelumnya.
PT Krakatau Steel dan PTPN 3 adalah merupakan dua BUMN yang berhasil melewati angka 576 dalam score kinerja ekselen Baldridge dalam IQA 2011 dan masuk dalam level Emerging Industrial Leader (EIL) serta dijadikan Pusat Pertumbuhan Ekonomi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keberhasilan mereka dimulai sejak 4-5 tahun lalu dengan menerapkan metode pengukuran kinerja Baldridge secara konsisten dan persisten.
Kini ditahun 2012, ada 2 (dua) BUMN yang berada di level EIL, dan 10 BUMN di Level Good Performance serta 18 BUMN yang berada dalam level Early Improvement . Dengan konfigurasi seperti ini, bila saja perusahaan tersebut di atas kosisten dalam menindaklanjuti hasil assesment IQA 2011, maka akan terjadi peningkatan pertumbuhan pada penghasilan yang sangat besar di akhir 2012. Kami yakini itu dapat terjadi atas dasar pertimbangan dua hal yakni:
- Perbaikan kinerja perusahaan melalui metode Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence adalah langkah yang sangat tepat bila diterapkan secara konsisten serta ditindaklanjuti secara cermat.
- Dengan kerja keras dan Leadership seorang Dahlan Iskan yang menjadi orang nomer satu di BUMN, maka akan terjadi percepatan perbaikan proses-proses di organisasi perusahaan sehingga menciptakan hasil yang lebih maksimal.
Dengan pencapaian kinerja ekselen tersebut melalui kerja keras, cerdas dan cepat, maka diyakini sumbangan BUMN terhadap peningkatan Daya Saing Perekonomian Bangsa akan lebih dominanan. Dan itu kita optimis akan tercapai dalam era kepemimpinan seorang Dahlan Iskan yang penuh dengan kejutan-kejutan serta down to earth.-.
|
| SUBSTANSI BUKAN PROMOSI - Saturday, January 07, 2012
SUBSTANSI BUKAN PROMOSI
IQA Award adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan atau organisasi yang mempunyai kinerja ekselen. Adapun menentukan Kualitas kinerja yang ekselen sebuah institusi/organisasi akan diuji atau diukur dengan menggunakan sebuah metode pengukuran yang dikenal dengan nama International Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence (IMBCfPE).
Pelaksanaan Pengukuran atau Assesment dilakukan oleh team examiner yang terdiri dari; 5 examiner, satu Team Leader dan satu wakil team leader serta 3 anggota lain. Tugasnya melakukan Review/Tinjauan terhadap Dokumen secara On Desk dan Site Visit. Dokumen yang disiapkan aplikan disusun secara khusus mengikuti format Baldridge.
Adapun susunan Dokumen Aplikasi (DA) adalah sebagai berikut:
- Pengantar dari Aplikan
- Profile Organisasi yakni penjelasan Ringkas mengenai Maksud dan tujuan perusahaan didirikan, visi misi, dan sebagainya.
- Kriteria 1 "Leadership" yang isinya adalah sebuah uraian bagaimana Para pimpinan memimpin jalannya perusahaan
- Kriteria 2 "Strategic Planning" menguraikan, bagaimana pimpinan menyusun strateginya.
- Kriteria 3 Masalah Costumer Fokus
- Kriteria 4 Masalah bagaimana pimpinan menganalisa mengukur dan memanajemeni "Knowledge".
- Kriteria 5 masalah Focus pada SDM
- Kriteria 6 masalah fokus pada operation manajemen
- Kriteria 7 Result
Assesment /Review atau Tinjauan oleh tim examiner selalu dimulai mengacu pada requirement atau pertanyaan yang sudah dibakukan dalam suatu buku atau panduan yang dikeluarkan oleh NIST Baldridge Program. 7 kriteria Baldridge sudah digunakan di lebih 80 negara maju untuk mengukur kinerja atau dasar pemberian quality award di negara masing-masing walau ada beberapa negara yang menambah dan modifikasi pada kriteria tapi selalu 7 kritria Baldridge dijadikan Core dan semangatnya.
Jam Tinjauan/Review/assesment oleh Team examiner dan berlangsung berkisar antara 400 - 500 jam kerja, menggunakan kurang lebih 360 pertanyaan dasar Baldridge yang menelusuri di 18 Pokok Item yang dibagi dalam 44 area to address di 7 kriteria. Di Amerika jam tinjauan bisa mencapai 1000 jam kerja, terhadap satu aplikan atau satu perusahaan.
Tinjauan/assesment mengikuti design standard yang secara sistematis memandu para examiner dapat bekerja intens dalam team dan independen, yang dengan demikian akan bisa menemukan persoalan apa yang sedang terjadi, di mana persoalan terjadi dan mengapa bisa terjadi, serta menemukan benang merahnya atau implikasi terhadap jalannya roda organisasi secara keseluruhan. Review atau Assesment menghasilkan Feedback Report yang sangat besar manfaatnya bagi Peserta award. Feedback Report isinya mengungkap 'strength-srength' yand ada dan memberikan masukan tentang hal hal apa saja yang masih berpeluang untuk ditingkatkan atau dikenal dengan istilah Opportunity for Improvement (OFI) . Ini sebenarnya hakekat Baldridge assemen! Baldridge assesmen yang digunakan sebagai upaya peningkatan kinerja ekselen!
Dari keterangan para aplikan-aplikan yang sudah tiga atau empat kali ikut dalam Awarding IQA. Mereka justru menempatkan Feedback Report sebagai hal yang paling penting dalam keikutsertaan Awarding IQA. Dalam Feedback Report ini mereka akan mengetahui Strength dan OFI yang akan dijadikan dasar evaluasi dan tuntunan dalam peningkatan Kinerja Perusahaan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi di masa mendatang. Sebagaimana yang dilakukan oleh Krakatau Steel PT Perkebunan Nusantara lll dan Astra Daihatsu Motor yang saat ini sudah masuk dalam level Emerging Industrial Leader serta 10 BUMN lainya yang berada di Good Performance dan 18 BUMN yang berada pada level early development. Mereka semuanya menjadikan OFI /Feedback Report sebagai pegangan dalam peningkatan kinerja ekselen ke depan. Menurut mereka inilah cara perbaikan kinerja yang paling jitu hingga saat ini sehingga mereka terhindar dari usaha peningkatan yang coba-coba, yang dapat membuang waktu dan biaya.
Jadi, Award yang diselenggarakan oleh IQA Foundation mempunya nilai Substansi yang tinggi yakni Peningkatan Kinerja Ekselen! Jauh dari maksud komersil yang sekedar untuk promosi yang tak mempunyai Substansi.
|
| 10 BUMN siap masuk ke level "EMERGING INDUSTRIAL LEADER" - Monday, December 12, 2011
10 BUMN siap masuk ke level
"EMERGING INDUSTRIAL LEADER"

Dua (2) BUMN dan satu (1) BUMS sudah masuk dalam daftar level Emerging Industrial Leader (EIL 576-675) dalam IQA 2011.Yakni PT Krakatau Steel PT Perkebunan Nusantara 3 (PTPN3) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM). PT KS dijadikan pusat pertumbuhan zone ekonomi di wilayah Jawa sedangkan PTPN3 di wilayah Sumatra .
Yang jadi menarik adalah sudah ada 10 BUMN yang berada pada level Good Performance (476-575 satu level dibawah EIL) artinya bila konsisten dan persisten menindak lanjutu OFI dari hasil assement d IQA 2011 siap menyeberang masuk ke level EIL. Bila ini terjadi maka pertumbuhan perusahaan bekinerja ekselen di Indonesia akan tumbuh bagai hitungan deret kali . Mungkin bisa ada lebih 50 BUMN yang bekinerja tinggi /ekselen yang bisa kita andalkan menjadi benteng pertahanan dari serbuan perusahaan asing bila AFTA diberlakukan.
Adapun ke 10 BUMN yang siap masuk kelevel EIL ditahun 2012 adalah sbb :
1. PT Krakatau Bandar Samudra
2. PT Krakatau Industrial Estate
3. PT Aneka Tambang (Tbk)
4. PT Indonesian Power
5. PT ASKES
6. PT Jasa Marga (Tbk)
7. PT Pembangkitan Jawa Bali
8. PT Petro Kimia Gresik
9. PT Pupuk Kalimantan Timur
10. PT Semen Gresik
PT KS dan PTPN3 dalam testimoninya di acara Economic Chalengges MetroTV tgl 14 november lalu, tegas mereka katakan pencapaian kinerja ekselen ini berkat mengimplementasikan kriteria Baldridge secara konsisten dan persistens (klick metrotvnews.com klick economic Challenges klick Apakhabar Perusahaan Indonesia).
Mudah mudahan semakin banyak perusahaan mengimplementasikan Baldridge, baik melalui ke ikut sertaan dalam IQA atau self assesment. Awarding IQA dimaksudkan memberikan rangsangan dan penghargaan kepada perusahaan yang berhasil dan konsisten menerapkan metode ini dan untuk menarik lebih banyak lagi perusahaan yang tertarik menerapkan Kinerja Ekselen Baldridge ini, sehingga akan menaikan peringkat kinerja ekselen nasional yang akhirnya berdampak pada tumbuhnya Daya Saing Nasional.
Salah satu cara agar terjadi pembelajaran yang cepat dan effisien meningkatkan kinerja ekselen ini, adalah Baldridge Award Recipients atau IQA Award recipients/ Penerima IQA Award) diwajibkan menularkan pencapaian/keberhasilan kepada perusahaan lain, melalui sharing on excellence atau liwat Bench Marking. Sehingga masa pembelajaran bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja ekselen akan bisa lebih pendek dan sistimatis. Baldridge/IQA menjujung tinggi azas persaingan secara sehat karena melalui persaingan akan memacu terjadinya continous improvement. Lewat assesment perusahaan yang performancenya masih ketinggalan untuk diransang untuk mengejar ketertinggalan dengan memberikan feed back yang berupa strength dan OFI dan bagi perusahaan yang sudah advance kinerjanya dipacu untuk lebih meningkatkan lagi performance ketingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian akan selalu terjadi continous improvement, baik di perusahaan yang masih early atau pun sudah advance kinerjanya. Yang akhirnya Bangsa/Negara dan Konsumen lah yang paling diuntungkan. Konsumen akan mendapatkan produk berkualitas sehat tepat cantik tepat guna dengan harga yang kompetitif sedangkan Bangsa akan tumbuh menjadi bangsa yang berdaya saing tinggi.
Harapan lainnya, mudah mudahan dalam 5-6 tahun mendatang akan ada dua atau tiga perusahaan BUMN Indonesia yang akan masuk dalam Fortune 500. Ini tidak mustahil bila saja, katakanlah PT KS dan PT PN3 yang saat ini sudah lebih dulu masuk dalam level EIL ini secara konsisten dan persisten dan berkomitment penuh untuk meningkatkan kinerja ekselen- nya dengan selalu terus menerus baik itu dengan self assesment atau liwat assesment "Indonesian Quality Award". Dan kepada 10 BUMN yang saat ini di era Good Performance akan menjadi daya dorong tersendiri agar mimpi itu terjadi. Dan kita masyarakat Baldridge Indonesia bahkan Dunia optimist mimpi itu akan terjadi : Kata kuncinya Komitment Konsisten dan Persisten.-
|
| BUMN LEBIH EKSELEN, SALUT UNTUK PT KS dan PTPN3 - Monday, December 12, 2011
BUMN Lebih Ekselen
Salut untuk PT. Krakatau Steel dan PT. Perkebunan Nusantara 3.
PT Krakatau Steel meraih The Highest Score pada IQA 2011.
tampak pada Gambar Dirut PT Krakatau Steel, Fazwar Bujang, berfoto bersama wakil Menteri Negara BUMN, Mahmudin Yasin dan Bacellius Ruru (Ketua Pembina IQA Foundation) sesaat setelah penyerahan award.
Pencapaain kinerja ekselen dua BUMN yakni PT krakatau Steel tbk dan PT PN 3 dalam IQA 2011 sungguh suatu hal yang membanggakan sekaligus membuka cakrawala baru bagi kita, bahwa sebenernya kita juga bisa bekerja ekselen . Memang benar ks dan pt pn 3 butuh waktu 5 - 6 tahun untuk bisa sampai dalam level emerging industrial leader, namun itu tidak menjadi soal lagi saat ini bagi mereka, saat ini perasaan mereka menjadi lebih siap, siap untuk mengemban tugas menghadapi tantangan tantangan baru dengan penuh rasa percaya diri, dan optimist tinggi .
5-6 tahun lalu kinerja PT PN3 jadi bahan guyunon oleh perusahaan perkebunan lainnya karena performance yang memprihatinkan, namun sekarang sudah terbalik kini kinerja PT PN 3 sudah menjadi Bench Mark perusahaan perkebunan di wilayah Sumatra Utara bahkan perusahaan perkebunan di Malaysia.
Demikian juga dengan PT Krakatau Steel, harga saham nya menjadi primadona dipasar bursa saham. Pencapaian kinerja ekselen PT KS menjadikan daya tarik tersendiri sehingga bisa menggandeng perusahaan baja terbesar dunia POSCO Korea Selatan untuk bekerjasama dalam membangun perluasan pabrik KS menjadi yang terbesar didunia dengan meningkatkan produksi menjadi 10 juta mt ton baja di tahun 2014 20 juta M/T sebelum tahun 2020.
Dengan keberhasilan PT KS dan PTPN masuk ke level EIL bersama PT Astra Daihatsu Motor , menunjukan bahwa sebenarnya perusahaan atau bangsa Indonesia ini juga bisa bekerja secara ekselen sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan Jepang yang kita kenal dengan Budaya Kerja Jepang dikenal Kerja keras, disiplin Tinggi, bertanggung Jawab, bukankah Astra Daihatsu Motor saham terbesarnya dan manajemen puncaknya dipimpin oleh orang Jepang? Memang terlalu sederhana menggunakan logika berpikir seperti ini untuk suatu hasil yang sintesis, namun menjadi sangat bisa dipertanggung jawabkan dan relevant kalau kita ingat bahwa hasil itu dihasilkan atas assesment kinerja ekselen yangg menggunakan methode pengukuran kinerja Malcolm Baldrige, mengapa? Karena Metode pengukuran kinerja baldridge formatnya standar dan berlaku universal. Sebahagai Contoh "Kepemimpinan" apakah itu Kepemimpinan di Perusahaan Toyota Japan atau General Electric USA dan Kepemimpinan di PT Perkebunan Nusantara atau Bank Mandiri, yang diukur oleh Baldridge adalah sistem atau cara mereka memimpin, yang membedakannya kualitas waktu menjalankan kepemimpinannya. Kualitas kepemimpinan ini diukur oleh Baldridge dengan deretan pertanyaan yang bernuansa ADLI. Dengan demikian maka akan terlihat satu kualitas CEO atau Pimpinan Senior Toyota dengan CEO atau Senior Leader GE atau CEO atau Pimpinan Senior perusahaan lannya. Demikian juga pengukuran yang menggunakan Standard pengukuran yang universal digunakan untuk mengukut Kriteria lainnya yang digambarkan dalam Baldridge mainframe.
Kelebihan dari metode baldridge ini adalah sanggup mengurai benang kusust sekaligus memetakannya sehingga mudah dilihat dan diikuti, Seberapa kusutnya proses yang ada selalu bisa diurai dan dipotret oleh metode ini, Sebaliknya Seberapa bagusnya perusahaan atau organisasi Anda selalu saja ada yang belum dicapai maksimal dan assement Baldridge akan bisa menemukan itu sekaligus memberikan umpan balik yang berisi Strength dan OFI untk ditindak lanjuti atau untuk peningkatan kinerja ekselen berikutnya. Semangat Baldridge adalah Continous Improvement namun Improvement yang bukan dilakukan secara tebak tebakan, melainkan atas dasar temuan dari hasilAssesment. Feedback Report yang berisi Strength dan OFI Itulah yang paling berharga dan sangat ditunggu bagi manajemennt PT KS PTPN3 dan hampir seluruh pesreta IQA untuk dijadikan pegangan dalam perbaikan kedepan.
Dengan demikian sebenarnya kita atau perusahaan perusahaan di Indonesia sebenarnya tidaklah usah terlalu rendah diri dalam menilai kinerja kita. Yang penting sekarang kita sudah punya suatu pegangan bagaimana mempercepat peningkatan kinerja perusahaan kedepan, percayalah sebenarnya kita tidak seburuk seperti yang sering dipresepsikan.
BUMN liwat PT Krakatau Steel dan PT Perkebunan Nusantara 3 sudah membuka cakrawala bahwa sebenarnya kita juga bisa berbudaya kinerja ekselen. Sekali lagi Thanks to PT Krakatau Steel Tbk PT Perusahaan Nusantara 3 dan PT Astra Daihatsu Motor.-
|
| ASSESMENT DAN KREDIBILITAS - Monday, December 12, 2011
ASSESMENT DAN KREDIBILITAS
Foto bersama 42 dari 120 Examiner IQAF yang bertugas pada IQA 2011 dengan Pengurus IQA Foundation dalam acara Seminar dan Penganugerahan IQA 2011.-
Sebagai perusahaan atau Lembaga yang dinilai atau dianggap sebagai Leveraging factors dalam membangun keunggulan senantiasa diukur untuk diketahui seberapa kuat mereka telah memberikan konstribusi sebagaimana diassumsikan oleh publik. Atau jangan jangan justru mereka bukan bagian dari kotribusi itu . Jadi untuk menghilangkan kecurigaan itu maka jalan yang terbaik adalah mereka harus di asses!! ( Dr. Riant Nugroho Profesor ajunc di Universty of Electronis and Tecnology China, Chengdu, Republik Rakyat China) .
Salah satu metode assesment kinerja keunggulan yang sudah "proven" dan dipakai di lebih 80 negara maju adalah metode Malcolm Baldridge for Performance Excellence. IQA Indonesian Quality Award yang diselenggarakan oleh IQA Foundation satu satunya Institusi di Indonesia yang memberikan Award hasil dari assesment yang mengguinakan metode kriteria Baldridge kepada pesertanya. Jadi peraih Award pada IQA dipastikan dapat dipertanggung jawabkan baik dari hasilnya maupun kredibilatas-nya.
Metode assement Baldridge ini mengukur sejauh mana kualitas atau keekselenan proses proses yang ada di organisasi ( bukanlah assesment berbentuk audit yang mencari benar dan salah), adapun pengukuran atau difokuskan pada kualitas proses yang ada, dengan menggunakan pertanyaan yang bernuansa, sejauh manakah, sedalam manakah, seluas apakah kebijakan yang telah ditetapkan itu di ter atau di aplikasikan dan bagaimana kualitas Approach Deployment Learning dan Integrasi (ADLI) itu terjadi di organisasi perusahaan . Baldridge Criteria itu adalah rentetan requirement atau pertanyaan sebanyak hampir 360 requirenment yang akan mengungkap keekselenan proses di ke 7 (tujuh) bagan / kriteria yang dibagi dalam 17 Item (sub bagan) yang tersebar di 44 area to adress ( wilayah yang akan ditelusuri).
Adapun cara kerjanya metode ini adalah dimulai dengan bertanya menggunakan kata HOW (BAGAIMANA) dilanjutkan ke HOW HOW yang lainnya, sehingga akan mampu menemukan semua strength strength beserta Gap yang ada pada proses ditubuh organisasi. Setelah menemukan itu langkah selanjutnya adalah masih dengan pertanyaan How namun bertujuan untuk mengejar dan mengukur bagaimana para senior leader menyusun rencana atau usaha untuk menutup Gap itu, dengan maksud untuk mendorong agar terjadi peningkatan atau perbaikan kinerja di perusahaan melalui suatu perancanaan dan design yang dipersiapakan secara matang dan baik.
Pertanyaan How Baldridge selalu memposisikan sebagai pendorong dan membuka kemungkinan bagi perusahaan melalui suatu action agar terjadi continouis improvement yang berkelanjutan dan sistimatis menuju perusahaan Kelas Dunia melalui Proses Peningkatan Kinerja.
Inilah salah satu kelebihan dari Baldridge ini sehingga Pemerintah Amerika melalui Keputusan Congress menjadikan metode ini sebagai alat untuk diimplementasikan untuk mengejar kinerja excellence yang saat itu di era awal sampai pertengahan tahun 1980 han ke Produktivitas dan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Produk Amerika sudah diungguli oleh kinerja dan kualiti produk Jepang.
Dari acara Economic Chalengges Metro TV 14 November 2011 dimana 4 BUMN menjadi nara sumber yakni PT Krakatau Steel (Bapak Fazwar Bujang) PT PLN (Bapak Eddy D Erningpraja) PT PN3 (Bapak Amry Siregar dan PT Perumnas (Bapak Himawan Suguto) menyiratkan secara tegas bahwa Baldridge Kriteria yang terdiri dari k.l 360 requrement / persyaratan di 17 item di 44 area to address yang dikompres dalam 7 Kriteria Baldridge dalam sebuah Mainframe yang berbentuk Burger dengan metode assesment nya telah menuntun perbaikan perbaikan kinerja secara signifikant dan tersistem sehingga dari tahun ketahun perbaikan dan peningkatan kinerja berjalan secara otomatis tersistem dan lebih cepat. Kini kinerja bermotifkan ekselen menjadi budaya perusahaan mereka masing masing dan bahkan PT PN 3 kini menjadi Bench Mark dari perusahaan sejenis di Sumatra dan Malaysia.
Selain 4 perusahaan tersebut diata ada hampir 40 perusahaan yang sedang dan menerapkan Bladridge Kriteria ini mengakui ikut ajang IQA bukan hanya untuk mengejar skor namun yang lebih berharga adalah mendapatkan FEEDBACK REPORT yang Strength dan OFI (Opportunity For Improvement) mereka jadikan panduan dalam merancang usaha perbaikan Kinerja Perusahaan di masa berikut.
Di IQA ke 7 tahun 2011 semakin banyak jajaran Pimpinan Perusahaan yang hadir mengikuti pesta Penganugerahaan IQA dengan bangga. Bangga karena mereka telah diasses secara terbuka oleh Institusi yang independent, membuktikan bahwa perusahaan mereka telah ikut menerapkan asas kerterbukaan dan menunjukan niat meningkatkan kinerja perusahaan ekselen secara terus menerus. Mereka adalah Aktor-Aktor/Agent Agent peningkatan kinerja ekselen , walau ada sebagaian yang baru tahap mulai atau tahap awal. yang penting mereka telah mulai melangkah menembus hambatan phisologis, memulai perjalanan menuju ke ekselenan kinerjanya, Journey of Excellence !! Untuk Menjadi Perusahaan Kelas Dunia !!
Apakah Perusahaan Anda sudah di Asses ?? Mereka sudah !
Apakah Perusahaan Anda sudah melangkah ? Mereka sudah ! Mereka adalah Pemenang !. Dan kami bagian dari Baldridge Community Dunia tidak ragu akan hal ini !!
Kini giliran anda untuk melangkah untuk joint the Baldridge Community, " Wipe the Mist, Feel the G lory and Standing tall !!.-
|
| CATATAN DARI PENYELENGGARAAN ASSESMEN IQA 2011 - Friday, November 25, 2011
CATATAN DARI PENYELENGGARAAN ASSESMEN IQA 2011
Bacelius Ruru (Ketua Dewan Pembina IQA Foundation)
Kabar yang sangat menggembirakan dari hasil evaluasi IQA 2011 umumnya adalah terdapat peningkatan score yang sangat menonjol pada di kriteria Leadership, Fokus pada Tenaga Kerja dan Fokus Proses. Strong Leadership pun terjadi sebagai konsekwensi pengimplementasian Baldridge kriteria, requirement Baldridge menuntun kearah itu secara otomatis sekaligus membuka pemahaman baru terhadap banyak hal . Baik itu pada kompetensi inti Sumber tenaga Kerja ataupun penyelarasan sistem sistem yang ada ataupun dalam Budaya Kerja Ekselen Budaya kerja Baldridge sebagai etos kerja dalam menjawab persaingan antar perushaan yang semakin ketat di era yang serba berkopetisi ini.
Namun, juga dari hasil evaluasi masih ada 3 kreteria yang kurang menggembirakan dari IQA 2011 ini, yakni :
1. Pada kategori Customer Fokus. Masalah cara mengenal pelanggan ataupun memahami pergerseran pelanggan, ataupun mendekatkan diri kepada pelanggan masih belum terlihat mempunyai cara yang sistematik baik approach maupun deploymentnya. Dalam pasar yang serba kompetitif dibutuhkan agility dan flexibility dan kemampuan untuk beradaptasi dan mengambil tindakan secara cepat demi memuaskan keinginan pelanggan .
2. Pada katagori Fokus pada Sumber Daya Manusia masih ditemukan yang belum banayak hal seperti sinkron antara kebutuhan, termasuk utilisasi dan peningkatan kemampuan dan potensi secara effektif.
3. Pada pada kategori Pengukuran, Analisis dan Pengelolaan Pengetahuan ) masalah pengeloalaan data pembanding dan Pengelolaan Pengetahuan masih terlihat belum tertangani secara sistimatis.
Feedback Report yang isinya memuat Strength and OFI sudah diteima oleh peserta Awarding, FeedBack Report ini dapat dijadikan pegangan untuk perbaikan ke depan. Jujur sebagian besar peserta Awarding IQA, Feed Back Report IQA mempunyai harga yang sangat mahal dan sangat berarti dan sangat dinanti nantikan karena akan dijadikan dasar perbaikan dan peningkatan Kinerja mendatang. Inilah yang membedakan Awarding IQA . Believe it !!. Selamat dan Sampai jumpa di IQA 2012. |
| Indonesian Quality Award VII November 2011 - Friday, November 25, 2011
INDONESIAN QUALITY AWARD VII 2011
HASIL PENCAPAIAN TINGKAT KINERJA EKSELEN DI ASESMEN IQA 2011

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Negara BUMN RI, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Menteri Negara BUMN RI, Mahmuddin Yasin, didampingi oleh Ketua Dewan Pembina IQAF, Bp. Bacelius Ruru.
|
| Kegiatan IQA Foundation - Monday, October 24, 2011
KEGIATAN IQA FOUNDATION
|
| PLN menuju " Golden Year 2012 " - Monday, October 24, 2011
PLN menuju "GOLDEN YEAR 2012"

Tantangan bisnis PLN saat ini dan akan datang adalah mewujudkan Program "PLN Golden Year 2012" yakni sustainability dan growth kedepan dengan langkah / inisiatif strategis PLN melalui 4 (empat) pilar kebijakan strategis yaitu:
- Perangi padam (kecukupan daya)
- Mengatasi daftar tunggu
- Berantas Korupsi
- Peningkatan Efisiensi.
(Dahlan Iskan semasa menjadi Dirut PLN di acara Penganugrahan Indonesia Quality Award 2010)
Sebagai salah satu usaha untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan Kinerja Ekselen dari seluruh jajaran internal PLN dengan cara mengadakan kegiatan On Desk Assesmen menggunakan Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) sebagai alat menilai terhadap 42 Dokumen Aplikasi (DA) dari 42 unit kerja yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia .
Assesmen dilaksanakan oleh sekitar 80 internal assesor PLN yang di-supervisi oleh tim Examiner IQA Foundation di bawah koordinator Tri Budiono. Sedangkan dari pihak PLN dikoordinatori oleh Iwan Bachtiar (Kepala Divisi Pengembangan Organisasi).
Kegiatan ini diadakan di wisma PLN, Cipayung, Bogor, dari tanggal 11 sampai 21 Oktober 2011 dan direncanakan akan dilanjutkan dengan acara Site Visit terhadap 5 unit kerja yang berpotensi menerima PLN Award atau "PLN Award Recipient" .-
24 oktober 2011 fts,
|
| Indonesian Quality Award 23 Nov 2011 based on Malcolm Baldridge Criteria - Thursday, September 29, 2011
"Survive and Growth in World Economy Turbulence through Performance Excellence"
Methode perbaikan kinerja perusahaan/organisasi :"Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence " (MBCfPE) semakin diyakini sebagai tool yang sangat ampuh dan effisien.
Di akhir tahun 2011 ini dunia akan memasuki krisis perekonomian yang "serius" yang diperkirakan akan lebih buruk dari krisis ekonomi 2008 lalu yang disebabkan oleh runtuhnya banyak perusahaan yang bergerak di bidang finance, Krisis 2011 ini terjadi karena kesalahan dari management sektor pemerintahan yang dimulai dari dari krisis keuangan di Portugal dan kini terjadi di Yunani yang akan menyeret anggota negara persemakmuran Europah lainnya dan Amerika , dimana Eropah dan Amerika yang saat ini juga sedang mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah karena belum sembuhnya dari krisis 2008 lalu. Indonesia pun akan juga terseret dan terimbas karena krisis global ini.
Sebagai salah satu komponen anak bangsa , IQA Foundation yang didirikan bertujuan untuk berperan aktif dalam tercapainya Kinerja Ekselen untuk menigkatkan daya saing perokonomian bangsa dengan mendorong diterapkannya Malcolm Baldridge Criteria di sektor Swasta , Pemerintahan atau organisasi non profit , akan mengadakan acara Seminar dan Penganugerahan IQA 2011. Adapun tema event termaksud "Bertahan dan Tumbuh ditengah Turbulensi Ekonomi Dunia Melalui Kinerja Ekselen". Tema ini merupakan suatu wujud dan keyakinan IQA Foundation bahwa dengan "Kinerja Ekselen" bangsa ini akan mampu bertahan bahkan tumbuh sekalipun diterjang turbulensi krisis ekonomi dunia .
read more ... |
| Assessment & Awarding System & Process - Thursday, September 29, 2011

WELCOME TO INDONESIAN QUALITY AWARD
November, 23 2011
ASSESMENT & AWARDING SYSTEM and PROCESS
Tujuan Assesmen:
Menghasilkan feedback berkualitas dan berguna bagi aplikan yang dapat ditindaklanjuti untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang direpresentasikan melalui pertumbuhan skor atau perpindahan posisi band ekselen.
Feedback report haruslah sesuatu yang VALUABLE & ACTIONABLE
Kegunaan Assesmen untuk mengungkap sejauh mana :
1."Cores values and concepts" larut dalam proses & result.
2.Kinerja telah berbasis berbasis Alignment, Integration,Synthesis
3.Faktor-faktor penting organisasi telah dikendalikan
4.Kinerja sudah lebih Unggul dari pesaing atau benchmark
Pelaksanaan Assesmen dilaksanakan oleh Examiner dengan Persyaratan :
1.Memahami Core Values & Concepts dan Performance Excellence Framework.
2.Mampu mengidentifikasi “ Key Business Factors” dr Profil Organisasi
3.Memahami 7 kategori “Criteria” dan arti/ Interpretasi dari “Item Requirements”
4.Memahami Item Format: basic, overall, multiple requirements.
5.Mampu menganalisa dan mengevaluasi PROSES dari respon aplikan dalam dimensi ADLI.
6.Mampu menganalisa dan mengevaluasi RESULTS dari respon aplikan dalam dimensi LeTCI, termasuk “breadth of results”.
7.Memahami Linkage (hubungan/ keterkaitan) antara “Process and Results”. à Link and Integration.
8.Memahami arti “Scoring Band Descriptor” dan bagaimana memberikan skor pada setiap item.
9.Mengetahui bagaimana menulis “ Item-level comment”.
10.Mengetahui bagaimana mengembangkan dan menulis “Key Themes”.
11.Mengetahui bagaimana berpartisipasi, dan memimpin dalam “Caucus” dan “Consensus”.
12.Mengetahui bagaimana berpartisipasi dan memimpin di lapangan (on site).
13.Memahami Kompetensi, Peran, Tanggungjawab dan Etika Examiner
14.Mengetahui tahapan2 proses assesmen: Aplication Review/ On Desk ass – Consensus Review – Site Visit – Consensus/ Balancing – Final Comment Writing, Scoring dan Reporting.
Asesmen dan Awarding
Setiap tahun IQAF menyusun kalender inti berupa Kalender IQA sebagai berikut :
Untuk implementasi kalender tersebut perlu dilakukan tahapan Proses sebagai berikut :
- Registrasi peserta (applicant) : Pengisian dan penyerahan formulir pendaftaran yang ditandatangi oleh Pimpinan perusahaan sebagai perusahaan terdaftar mengikuti IQA
- Penyerahan Dokumen Aplikasi : Setiap aplikan terdaftar menyerahkan 6 dokumen aplikasi perusahaannya.
- Proses Assessment : On Desk Assessment dan Site Visit
- Proses Sidang Judge : Penetapan Band setiap perusahaan oleh Ketua Dewan Judge
- Penganugerahan IQA : Penyampaian Umpan balik yang berisi Strength dan OFI serta penghargaan IQA bagi perusahaan.
Asesmen
Untuk melaksanakan kegiatan asesmen satu perusahaan di atas perlu disiapkan sebuah tim yang terdiri dari 5 orang examiner dengan Susunan Tim satu orang sebagai Team Leader, satu orang sebagai Wakil Team Leaser dan 3 orang sebagai anggota.
Kegiatan yang dilakukan oleh Tim tersebut terdiri dua kegiatan pokok yaitu Kegiatan Pra Asesmen dan Kegiatan Site Visit yang secara keseluruhan membutuhkan minimal 7 hari kalender.
Hasil dari asesmen diklasifikasikan berdasarkan pencapaian band posisi aplikan setelah melalui seluruh rangkaian proses asesmen sebagai dasar pemberian awarding sebagai berikut :
Awarding
Awarding Indonesia Quality Award (IQA) adalah bentuk perhargaan terhadap penilaian kinerja ekselen yang dicapai berdasarkan asesmen tersebut yang dikategorikan dengan jenis penghargaan sebagai berikut :
- Achievement Score : semua peserta yang mengikuti awarding
-
Performance Excellence Growth Achievement : penghargaan diberikan berdasarkan pertumbuhan suatu perusahaan dilihat dari level pencapaian kinerja ekselen saat ini terhadap masa lalu dengan jenis penghargaan : Gold, Silver, Bronze
- Highest Score : Pengharhaaan diberikan berdasarkan pencapaian skor tertinggi atas penilaian kinerja ekselen perusahaan saat ini.
Buku Feed Back Report (FBR) adalah hasil utama asesme yang disyahkan oleh Dewan Pembina beserta sertifikat Rincian Score yang dbuat secara terpisah adalah outcome yang sangat dibutuhkan aplikan karena didalamnya mengandung data dan informasi tentang :
- Strengths : Sekumpulan kekuatan proses dan hasil yang telah dimiliki / dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan dan
- Opportunities For Improvement : sekumpulan peluang yang diungkap examiner yang berpotensi untuk meningkatkan perusahaan yang bersangkutan
Hasil Asesmen dan Awarding
Aplikan yang menunjukkan pertumbuhan pencapaian melebihi rata-rata (Performance Excellence Growth Achievement) diberi penghargaan Gold, Silver, Bronze dan Platinum Award Dan kepada aplikan yang memperoleh skor tertinggi (The Highest Score Achievement:) diberikan penghargaan Platinum Award.
Setiap tahun Meneg BUMN menyerahkan piagam dan piala penghargaan kepada para peserta IQA dan Dr. Harry Hertz Director, Baldrige National Quality Program, National Institute of Standard and Technology (NIST) US Department of Commerce menyampaikan messages.-
read more ... |
| Benefit of Implementing Baldrige - Friday, September 09, 2011

Welcome to IQA 2011
Benefit of Implementing Baldrige in
Astra Daihatsu Motor
Sudirman MR (President Director PT Astra Daihatsu Motor, Direktur Astra International Tbk dan Director Daihatsu Motor Company, LTD, Japan)
"IQA (Indonesian Quality Award) has opened up our horizon on quality management and its spirit will always inspire our organization to systematically improve our management, system and operations toward an Exellent performance enterprise Malcolm Baldrige will enable us to formulate the foundation in aligning the existing systems and resources within our organization and as such to make comprehensive approach for achieving performance."
http://www.daihatsu.co.id/home/home.php
Manfaat yang diperoleh dari Penerapan Baldrige
Pertama, dapat meng-align, menyelaraskan dan mengintegrasikan sistem yang ada sekarang, dan dimasukkan ke dalam global standar, bukan saja global standar industri kendaraan tetapi kami sudah bisa membandingkan "benchmark" dengan industri kendaraan lain di dalm mencapai ekselen operation bidang bisnis lain
Kedua, mendapatkan benchmark terhadap standar internasional, nasional dan BUMN (yang sudah mempunyai scored Baldrige paling atas).
Ketiga, manfaat yang paling besar dirasakan oleh ADM adalah mendapatkan potret besat seluruh bisnis kami sehingga dapat melihat kekurangan yang ada di dalam ADM. Malcolm Baldrige criteria adalah satu system yang dapat memadukan, merangkum semua sistem yang ada di ADM ke satu potret besar.
Keempat, mendorong semua anggota tim termasuk para senior leader untuk terus meningklatkan dan memperbaiki management capability di masa mendatang.
Kelima, mendapatkan eksternal feedback (asesor) yang sangat bermanfaat, yakni strength dan opportunity for improvement untuk dijadikan dasar pertimbangan atau acuan dari action plan, pembelajaran demi perbaikan kinerja ekselen kemudian. Selaras dengan filosofi perusahaan "Improvement Tiada Akhir".-
note : Sudirman MR adalah putra bangsa yang menjadi salah satu director di perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki oleh Daihatsu Motor Company, Jepang.-
|
| Citra Bakti Abdi Negara - Friday, September 09, 2011

Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara
Citra Bhakti Abdi Negara
Adalah penghargaan yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Adapun penilaian didasarkan pada standar pelayanan publik (standar pelayanan minimal dan 14 komponen standar pelayanan). Penghargaan ini rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, dan piagam penghargaan akan diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MenPAN).
IQA foundation sebagai institusi penyelenggara Indonesian Quality Award sejak 2005 akan dilibatkan menjadi anggota tim yang independen dalam penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik. Untuk itu pada tanggal 25 Agustus 2011 telah diadakan pertemuan di kantor MenPAN yang dihadiri oleh : Bapak Wiharto (Deputi Pelayanan Publik MenPAN), Bapak Hendrumal (Asdep pelayanan Publik MenPAN) dan Ibu Sri Hartini (Staff MenPAN), sedangkan dari IQA foundation dihadiri oleh Bapak Tumpal Siregar (Direktur Eksekutif IQAF) dan ibu Lina Herlina (Sekretaris IQAF).
Pada kesempatan itu juga bapak Tumpal Siregar menyerahkan buku Kriteria Kinerja Ekselen (Baldrige Criteria) 2011-2012 sebagai referensi tambahan.
|
| Penyegaran Team Leader dan Wakil Team Leader Examiner IQA 2011 - Friday, August 05, 2011
MEMBANGUN KAPABILITAS, INTEGRITAS DAN KREDIBILITAS
Bacelius Ruru (Ketua Pembina) dan Tumpal Siregar (Direktur Eksekutif) IQA Foundation
Penganugerahaan IQA Award ke 7 akan dilaksanakan pada bulan November 2011, Malcolm Baldridge Criteria sebagai alat pengukur sudah bukan lagi kalimat yang asing dan semakin dipercaya sebagai alat perbaikan kinerja perusahaan.
"Mengingat pertumbuhan kuantitas dan kualitas Aplikan (calon peserta) di level Good Performance dan di level Emerging Industry Leader (EIL) maka kualitas kapabelitas dan integritas eximiner yang akan bertugas pada IQA award mendatang mau tidak mau harus terus ditingkatkan, hal ini juga demi menjaga kredibilitas IQA Foundation sebagai institusi penyelenggara National Quality Award yang dipercaya", kata Bacelius Ruru sebagai Ketua dewan Pendiri IQA Foundation dalam sambutan pembukaan dihadapan 42 eximiner pada acara workshop penyegaran Eximiner yang diadakan dari tanggal 22 -23 Juli dihotel Santika Jakarta . Dimana ditempat yang sama pada tanggal 18-19 Juli 2011 diadakan workshop penyegaran bagi calon Team Leader dan Wakil Teamleader Eximiner yang diikuti oleh 24 peserta. Adapun materi pada dua acara penyegaran tersebut disampaikan oleh Bapak Winarta Tumpal Siregar dan Abdul Halim.
Tugas eximiner bukan ansich pada score tapi menemukan dan menggali kekuatan kekuatan yang ada pada aplikan untuk diungkapkan dalam umpan balik yang dimuat dalam satu dokumen atau feedback report yang isinya berupa OFI OFI yang beneficial untuk dijadikan acuan perbaikan kinerja dimasa datang. Tugas Eximiner untuk mengasses Aplikant yang sudah berada di level Good Performance atau Emerging Industrial leader adalah bukan hal gampang , bukan hanya pengalaman atau jam terbang yang dituntut tapi juga harus mempunyai daya tahan, integritas tinggi serta tanggung jawab penuh yang sanggup menjunjung tinggi nilai nilai profesionalitas sebagai Baldridge Eximiner. Salut !! Selamat menjalankan iIbadah Puasa.-
read more ... |
| Training Examiner Malcolm Baldrige Criteria, tanggal 20-24 Juni 2011 di Hotel Century, Jakarta - Thursday, July 21, 2011
TRAINING EXAMINER MALCOLM BALDRIGE CRITERIA UNTUK PERGURUAN TINGGI
Training Examiner Malcolm Baldrige Criteria untuk Perguruan Tinggi.
Daftar Peserta... read more ... |
| Performance Excellence in House Training di PT Jasa Marga (Persero) Tbk. - Tuesday, July 05, 2011
JASA MARGA IN HOUSE TRAINING EXAMINER MALCOLM BALDRIGE CRITERIA
read more ... |
| Manfaat Mengikuti Indonesian Quality Award 2011 - Monday, June 06, 2011
Manfaat Mengikuti Indonesian Quality Award 2011
Meningkatkan Kinerja & Meraih Hasil Berkelas Dunia:
Apakah anda ingin meningkatkan Kinerja Organisasi di faktor - faktor kritis yang dapat secara langsung menggerakkan kesuksesan?
Apakah anda sedang mencari jalan dengan biaya (relatif) kecil untuk mendapatkan perspektif dari pihak luar tentang Strengths dan Opportunities untuk perbaikan kinerja?
Apakah anda sedang mencari jalan untuk meningkatkan keterlibatan positif pelanggan sekaligus memberikan semangat dan motifasi kepada pegawai anda?
Bila jawabanya “Ya”, maka anda perlu mempertimbangkan untuk ikut serta dalam Indonesian Quality Award (IQA Award).
Dari pernyataan para peserta IQA Award yang lalu, mereka mengatakan bahwa proses evaluasi/ asesmen menggunakan Kriteria Kinerja Ekselesn Malcolm Baldrige merupakan salah satu yang terbaik, paling effektif dan paling komprehensif yang pernah mereka temukan. Mereka menemukan Nilai yang sangat Tinggi dan Berharga sewaktu - sedang dalam proses - dan setelah - di asses, tidak jadi soal apakah nantinya akan mendapat Award atau tidak. Beberapa Organisasi bahkan mendaftar ikut IQA Award hanya sampai taraf untuk diasses saja dan hasilnya berupa score dan feedback yang dijadikan dasar untuk perbaikan selanjutnya.
Turut serta dalam Awarding, adalah sebuah kesempatan bagi organisasi anda untuk di ases oleh team ahli secara objektif yang mampu mengindentifikasi kekuatan dan menunjukkan hal- hal yang perlu diperhatikan atau peluang-peluang untuk perbaikan organisasi kedepan.
Dokumen Aplikasi peserta IQA Award di evaluasi oleh Team Examiner IQA sebagai Dewan Penguji Independen yang terdiri dari para tenaga ahli berpengalaman dari hampir semua Sektor Bidang Usaha. Team Examiner menelusuri Prestasi Pencapaian dan Peningkatan Kinerja maupun Gap berdasarkan persyaratan kriteria pada seluruh ke 17 bidang dalam 7 kategori kriteria dengan cara On Desk Assesmen yang dilanjutkan dengan Site Visit Assessment untuk mem-Verifikasi, Klarifikas dan Validasi data dan informasi sehingga dapat memastikan kesimpulan kualitas kesisteman organisasi aplikan.
Setiap Aplikan akan mendapatkan Dokumen Umpan Balik (Feed Back Report) yang berisi ringkasan secara tertulis dan sangat rinci tentang kekuatan (STRENGTHs) dan Peluang-peluang perbaikan (OPPORTUNITIES for IMPROVEMENT/ OFI) di semua area yang dipersyaratkan oleh Kriteria Baldrige.
Tentang Indonesian Quality Award :
Indonesian Quality Award adalah suatu ajang pemberian Penghargaan Nasional bagi organisasi yang menunjukkan tingkat keberhasilan dalam perspektif “Global Image” berdasarkan penilaian menggunakan “Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence”.
Penghargaan Nasional “Indonesian Quality Award” diberikan kepada sebuah organisasi/perusahaan/institusi sebagai pengakuan atas keunggulan kinerjanya yang merepresentasikan kualitas sistem (PROCESS & RESULTs) mereka.
Ada 3 macam penghargaan yang diberikan yaitu:
- Penghargaan atas tingkat pencapaian dalam “Global Image Band of Excellence”.
- Penghargaan atas upaya perbaikan terus menerus yang direpresentasikan oleh pertumbuhan skor (Gold, Silver, Bronze Award).
- Pengharggan atas skor tertinggi pada tahun berjalan (Platinum Award).
Awards diberikan kepada hampir sekitar 30 aplikan setiap tahun, dimulai sejak tahun 2005. Sampai saat ini mayoritas peserta memang masih dari bidang usaha/bisnis yang dibagi dalam 2 kategori berdasarkan besarnya suatu perusahaan yaitu perusahaan menengah dan besar, namun untuk bidang pemerintahan, pendidikan, kesehatan, pengembangan tahap awal sudah dimulai sejak 2 tahun terakhir dan diharapkan tahun ini sudah ada yang ikut.
Penghargaan disampaikan oleh Menteri terkait, dimana kegiatan ini didukung oleh Kementerian BUMN, Perdagangan, Perindustrian dan berbagai Kementerian dan instansi lainnya.
Apa yang diterima oleh Aplikan?
Setiap tahun, berbagai Perusahaan/Organisasi mengajukan aplikasi IQA untuk mendapatkan manfaat dari :
Umpan balik dari tim ahli berdasarkan 200 - 300 jam tinjauan.
Hasil dari kajian ini disintesa dalam laporan umpan balik yang menguraikan kekuatan (strength) dan peluang untuk perbaikan (Opportunities For Improvement) berdasarkan Kriteria.
Fokus pada perbaikan organisasi dan pemanfaatan sumber daya efektif
(Organisasi sering menggunakan laporan umpan balik sebagai bagian dari proses perencanaan strategis mereka untuk fokus pada pelanggan mereka, meningkatkan hasil, dan membantu memberi energi dan membimbing upaya perbaikan organisasi mereka).
Kesempatan untuk menjadi teladan Nasional.
Kebanggaan Menerima Award dari Menteri
Manfaat Menerapkan Baldrige Kriteria :
Berdasarkan pengamatan dan survei yang dilakukan baik oleh Baldrige National Quality Program di USA maupun oleh Dewan Judge dan Bidang Pelatihan dan Pengembangan IQA Foundation di Indonesia, ditemu-kenali bahwa peserta termasuk mereka yang telah menerima Award mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut:
Mempercepat Usaha Perbaikan : Proses penyusunan aplikasi/persiapan asesmen memberi pemahaman “self/internal assessment” yang efektif dalam dirinya sendiri. Penilaian dengan sudut pandang “external assessment” memberikan umpan balik yang ketat dan obyektif untuk proses perbaikan organisasi.
Memacu Karyawan : Mengejar tujuan bersama yang melibatkan seluruh jajaran (karena asesmen menyentuh seluruh proses secara komprehensif) dapat memotivasi karyawan, sehingga memberikan energi dalam upaya perbaikan.
Mendapat Perspektif dari luar : Lima tenaga ahli terlatih dan berpengalaman meninjau aplikasi masing-masing. Sebagai kelompok, mereka menghabiskan minimal 50 jam meninjau setiap aplikasi, dan site visit ke lokasi aplikan sebanyak 70 jam tinjauan dan evaluasi teknis dan Judge sekitar 30 jam tinjauan.
Belajar dari umpan balik : Setiap aplikan menerima umpanbalik penilaian obyektif tertulis, non-preskriptif berupa kekuatan dan peluang perbaikan berdasarkan asesmen dari aplikasi.
Menyelaraskan upaya dan sumber daya : Temukan cara untuk menyelaraskan upaya organisasi anda lebih dekat untuk mencapai tujuannya. Keterkaitan antara persyaratan dari tujuh Kriteria Baldrige Kategori dapat membantu organisasi Anda mencapai koordinasi yang lebih baik dan konsistensi antara rencana, proses, informasi, keputusan sumber daya, tindakan, hasil, analisis, dan pembelajaran.
Suatu pendekatan terpadu untuk manajemen : Manfaat dari perspektif kesisteman manajemen tertanam dalam struktur terintegrasi dari Konsep dan Tata Nilai Inti, Kriteria Baldrige, dan Pedoman Penilaian. Perspektif ini membantu kegiatan organisasi anda dalam arah yang konsisten, memastikan kesatuan tujuan sambil mendukung kelincahan, inovasi, dan pengambilan keputusan terdesentralisasi.
Fokus pada hasil : 450 dari 1.000 poin dalam Baldrige scoring system yang dialokasikan untuk hasil, salah satu dari tujuh Kriteria Baldrige Kategori, membuktikan bahwa hasil adalah “Bottom Line” dalam proses Baldrige. Fokus hasil membantu organisasi anda menentukan daerah yang paling penting untuk mengukur, menciptakan dan menyeimbangkan nilai bagi para stakeholder utama, dan meningkatkan kinerja dalam bidang-bidang utama seperti keterlibatan pelanggan, kinerja proses, kinerja produk, belajar siswa, dan hasil perawatan kesehatan.
Upaya Peningkatan sertifikasi dan akreditasi : Mempertegas perlunya menerapkan suatu standar atas suatu organisasi secara luas di berbagai bidang-seperti yang berasal dari misalnya Organisasi Internasional untuk Standardisasi, Komisi Bersama, Asosiasi Sekolah Tinggi dan Sekolah-yang kompatibel dengan Kriteria Baldrige, dll.
Status “role model” dan kebanggaan : Walaupun keikutsertaan dalam IQA Award bukanlah semata-mata untuk mencari skor atau kemenangan, namun penerima award akan sangat merasa bangga dengan pencapaian atau kemenangan tersebut, dan keuntungan lain adalah akan dijadikan sebagai sumber referensi dari perusahaan atau organisasi lain yang sedang meningkatkan kinerja ekselennya.
Laporan Umpan Balik :
Aplikan menempatkan laporan umpan balik sebagai manfaat paling signifikan dalam menerapkan kriteria secara konsisten. Laporan umpan balik adalah, gambaran rinci, individual, penilaian tertulis dari kekuatan organisasi dan peluang perbaikan.
Berikut adalah komponen laporan :
- Key Themes : Ini adalah "ringkasan eksekutif," sebuah sintesa dari, kekuatan yang paling signifikan lintas sektor dan kesempatan untuk perbaikan dalam proses dan hasil organisasi anda.
- Comment : Anda akan menerima sekitar 6 sampai 10 rincian komentar pada setiap bidang di seluruh 17 bidang dalam 7 kategori Kriteria Baldrige. Komentar bisa merupakan kekuatan atau peluang perbaikan yang dapat ditindak lanjuti, dan dapat membantu anda memprioritaskan upaya perbaikan.
- Rincian Skor per Item : Persentase penilaian dan nilai nominal untuk setiap Item, yang memungkinkan anda untuk menentukan seberapa jauh organisasi anda berada di kisaran itu dan seberapa jauh akan berubah melalui perbaikan terus menerus.
- Kisaran Skor pada ”Global Image Band of Excellence”: Rentang penilaian di salah satu dari delapan band skor yang memberikan konteks untuk skor total yang diraih.
|
| Training Examiner Malcolm Baldrige Criteria, Bandung Mei 2011 - Monday, June 06, 2011
"Selain mendapatkan ilmu dan belajar bagaimana menjadi examiner, sisi lainnya adalah pelajaran ini berguna untuk mewarnai dalam menjalankan pekerjaan dan tugas di perusahaan. Kriteria Beldrige melatih kita untuk bekerja secara rinci, sistematis dan fokus pada hasil dan proses yang ekselen." Demikian isi sambutan oleh Bapak Iing M. Ikhsan dari Perhutani mewakili para peserta pelatihanTraining Examiner Malcolm Baldrige Criteria yang diadakan pada tanggal 23 - 27 Mei 2011 di Hotel Ashton, Bandung.
|
| Training Pendalaman Malcolm Baldrige Criteria for PE, Bandung, 9-11 Mei 2011 - Friday, May 13, 2011
KUALITAS
Salah satu Keunggulan Metode Baldrige adalah mampu mengukur kualitas proses-proses yang ada dalam satu organisasi atau perusahaan.
5 tahun sudah IQA Foundation menyelenggarakan pelatihan-pelatihan mengenai Kriteria Baldrige. Banyak pembelajaran yang didapat dan menjadi improvement sebagai peningkatan pelaksanaan kualitas pelatihan berikutnya.
Di balik itu peserta pelatihanpun datang dari berbagai kepentingan, keinginan dan harapan yang semakin spesifik dan tinggi. Sebagai penyelenggara, IQA Foundation-pun harus dapat memenuhi semua harapan tersebut.
Pada pelatihan tanggal 9 - 11 Mei 2011, dimulai dengan mendata keinginan peserta pelatihan. Ada 9 keinginan dan harapan sbb :
1. Ingin menjadi konsultan yang bonafide
2. Menjadi Examiner
3. Dapat menindaklanjuti OFI
4. Mampu mengimplementasikan di unit kerja
5. Mampu untuk menaikkan level/band ke tingkat yang lebih baik
6. Memahami Kriteria Baldrige 2011
7. Mendalami Kriteria
8. Menaikkan Score Baldrige
9. Menemukan Teknik untuk menaikkan level/band
Di Akhir sesi pelatihan, harapan-harapan yg telah terdata tadi, dikembalikan kepada peserta untuk menjadi dasar evaluasi pelatihan, apakah materi yg diberikan selama waktu pelatihan berlangsung, telah dapat mengakomodir 9 keinginan dan harapan para peserta di atas.
Hasilnya, hampir semua peserta puas dan mendapatkan jawaban konkrit dari harapan-harapan yg sebelumnya mereka ajukan. Terbukti juga dari 32 Questioner yg diberikan kepada peserta dan sebanyak 32 questioner juga yg dikembalikan ke panitia, menjawab "ya" pada pertanyaan 'Apakah anda akan merekomendasikan Pelatihan ini kepada pihak lain?'.
read more ... |
| Indonesian Quatiy Award Training Examiner, Batam - Monday, May 02, 2011
Sebagai usaha dari Indonesian Quality Award Foundation menyiapkan tenaga examiner untuk IQA Award 2011, maka diadakan Training Peningkatan Kapabilitas para Examiner, yang dilaksanakan di Batam dari tanggal 25 sampai dengan 29 April 2011.
Pada saat yang hampir bersamaan, di tempat yang sama, diadakan juga Training Pendalaman Interpretasi Malcolm Baldrige Criteria untuk kalangan Perguruan Tinggi.
read more ... |
| Audiensi & Sosialisasi MALCOLM BALDRIGE HEALTHCARE CRITERIA for PERFORMANCE EXCELLENCE - Friday, April 15, 2011
PELAYANAN EKSELEN RUMAH SAKIT
Persoalan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit "mungkin" menjadi penyebab banyak pasien Indonesia yang lebih suka berobat keluar negeri, ke Singapore atau Malaysia dan negara lain.
" Kita tidak tidak bisa melarang Pasien untuk berobat Keluar Negri !!, karena itu adalah hak Pasien !" Ujar Bapak dr Supriyantoro, SpP.MARS Dir.Jend Badan Usaha Kesehatan (BUK) Kementrian Kesehatan RI , saat menerima kunjungan/ audiensi pengurus Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) di kantor Kementrian Kesehatan Kuningan Jakarta tanggal 14 april 2011 lalu.
read more ... |
| Training Pendalaman Interpretasi Kriteria Baldrige, Bandung 11-13 April 2011 - Thursday, April 14, 2011 |
| 5 Tahun Indonesian Quality Award (IQA) Foundation - Thursday, April 07, 2011
Lima tahun bukan usia yang sangat matang, tetapi kami berupaya keras untuk memberikan yang terbaik, untuk menjadi wahana menjadikan korporasi-korporasi Indonesia –bukan hanya BUMN—untuk menjadi the excellence corporations kelas dunia
read more ... |
| Acara Syukuran 5 Tahun Indonesian Quality Award (IQA) Foundation - Thursday, April 07, 2011
Pemotongan tumpeng oleh Bapak Zainal Soedjais yang diserahkan kepada ibu Orie Andari Sutadji dan disaksikan oleh Bapak Sutjipto, Bapak Bacelius Ruru dan Bapak Tumpal Siregar, dalam rangka Syukuran Ulang Tahun Ke-5 Indonesian Quality Award Foundation, di Pertamina Learning Center, Simprug, Jakarta. |
| Pendalaman Malcolm Baldrige Criteria untuk Perguruan Tinggi - Tuesday, April 05, 2011

TO BE AN EXELLENCE UNIVERSITY
Menjadi Excellence University adalah target yang bisa dicapai oleh setiap Universitas , namun untuk mencapai level tersebut maka semua proses dan result yang ada di organisasi itu harus ekselen. Keekselenan proses inilah yang yang akan diukur oleh metode Bladridge hingga bisa diketahui score keekselenan-nya yang ada diorganisasi tersebut.
Untuk menjelaskan bagaimana Baldrige itu bisa menjadi alat untuk mengukur sekaligus alat untuk memperbaiki kinerja proses organisasi, maka Indonesian Quality Award Foundation sebagai Institusi yang menyelenggaraka IQA Award yang diakui oleh NIST usa, melaksanakan Workshop Pendalam Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence untuk Perguruan Tinggi di Jakarta.Yang diikuti oleh peserta dari Perguruan Tinggi dan Swasta di Indonesia dan dari DIKTI .-
Daftar Peserta Training Pendalaman Interpretasi Malcolm Baldrige Criteria untuk kalangan Perguruan Tinggi yang diadakan oleh IQA Foundation Pada tanggal 21 - 23 Maret 2011:
- Prof. Dr. Bambang Sektiari, DEA., Dah (Universitas Airlangga)
- Ir. Arief Hidayat (Universitas Diponegoro)
- Prof. Ir. La Sara, MS., PhD (Universitas Haluelo)
- Dr. Ir. Laode Sabaruddin, MS (Universitas Haluelo)
- dr. Hj. Bethy Suryawathy, SP., DA (K)., Ph.D (Universitas Padjajaran)
- Prof. Dr. Ir. Kusmajadi Suradi, MS (Universitas Padjajaran)
- Ame Suciati Setiawan, drg., M.Si (Universitas Padjajaran)
- Drs. Hariyanto Ridwan, MM (Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta)
- Prof. Dr. H. Ruslikan (Universitas Palangkaraya)
- Drs. Broto M.P., MM (Universitas Pelita Harapan)
- dr. Taswin Yacob, Sp.S (Universitas Riau)
- Ir. Budi Rustomo M.Rur., Sc.,Ph.D (Universitas Jendral Soedirman)
- Ir. Agus Margiwiyatno, MS., Ph.D (Universitas Jendral Soedirman)
- M. Lisa Mardiono, ST.,M.T (Universitas Surabaya)
- Drs. M. Rosiawan, MT (Universitas Surabaya)
- Juliani Dyah Trisnawati (Universitas Surabaya)
- Drs. A. Adji Prayitno (Universitas Surabaya)
- Audia Ratnasari, S.Psi., MM (Universitas Surabaya)
- R. Drajatno Widi Utomo, S.Sn., MSi (Universitas Trisakti)
- Rudi, SE (Universitas Bina Nusantara)
- Dr. Ir. Budi Hermana, MM (Universitas Gunadarma)
- Ktut Silvanita, Ir., MA (Universitas Kristen Indonesia)
- Abdullah (Dikti Hukum dan Kepegawaian)
- Mohammad Ali Akbar (Dikti Hukum dan Kepegawaian)
- Viska Anggi (Dikti Hukum dan Kepegawaian)
read more ... |
| RENCANA KEGIATAN TRAINING/WORKSHOP PADA BULAN APRIL 2011 - Saturday, April 02, 2011
Kepada Yth.
Para Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
di Tempat
Perihal ; Training Pendalaman Interpretasi Malcolm Baldrige Kriteria 2011-2012 Batch - 2 untuk Perguruan Tinggi read more ... |
| Feedback Report Hasil Asesmen IQAF - Tuesday, March 22, 2011
Penyerahan Feedback Report hasil Asesmen IQAF oleh Bapak Zainal Soedjais kepada Direktur Utama PT, Jasa Marga, Frans Sunito pada kesempatan Perayaan HUT PT. Jasa Marga ke-33, di Jakarta. |
| Training Pendalaman Interpretasi Kriteria Baldrige, Bandung 14 Maret 2011 - Tuesday, March 22, 2011
Sejalan dengan bertambahnya perusahaan yang berminat untuk mengimplementasikan Kriteria Baldrige, maka IQA Foundation mengadakan pelatihan dan workshop untuk menyiapkan tenaga examiner, yang didahului dengan training pendalaman kriteria Baldrige. Ini adalah salah satu kegiatan IQAF untuk mengantisipasi Asesmen dan Penganugerahan IQA Award 2011 yang akan datang. |
| MEMBANGUN KORSA EXAMINER (Examiner's Gathering IQAF - 2011) 8 Maret 2011 - Thursday, March 10, 2011
Dalam rangka membangun Profesionalisme Kredibilitas Examiner IQA Foundation, maka pada tanggal 8 Maret 2011 diadakan Examiner's Gathering sekaligus mengevaluasi Pelaksanaan Asesmen 2010 dan Kesiapan Asesmen 2011. read more ... |
| SAMBUTAN SEKRETARIS KEMENTERIAN BUMN RI Pada Acara Seminar dan Awarding IQA 2010 - Tuesday, February 01, 2011
Mahmudin Yasin, Sekretaris Kementerian BUMN saat memberikan sambutan mewakili Menteri BUMN dalam acara Penganugerahan Indonesian Quality Award 2010. read more ... |
| Hubungan Kriteria Baldrige Menghadapi Tantangan Ekonomi Global - Tuesday, February 01, 2011
Dr. Harry S. Hertz Direktur Baldrige Performance Excellence Program - National Institute of Standards and Technology - USA
Kata Sambutan Dalam Indonesia Quality Award 2010 – Hotel Mulia, 24 November 2010 read more ... |
| Catatan Penting Dari Hasil Asesmen IQA Award 2010 - Monday, January 31, 2011
Hal-hal penting yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Indonesian Quality Award Foundation Bpk. Bacelius Ruru, SH.LLM saat penganugerahan IQA 2010. read more ... |
| Improving PLN Performance by Implementing Malcolm Baldrige Criteria - Monday, January 31, 2011
Direktur Utama PT PLN Bapak Dahlan Iskan saat menjadi pembicara dalam acara Penganugerahan Indonesian Quality Award 2010.
Beliau sampaikan beberapa hal menyangkut bagaimana PT PLN mengorganisasikan penerapan Kriteria Ekselen Malcolm Baldrige untuk meningkatkan kinerja perusahaan. read more ... |
| Hasil Awarding IQA 2010 - Wednesday, November 24, 2010Hasil Penganugerahan Mutu Indonesian Quality Award 2010:
Performance Excellence Growth Achievement
Perusahaan Kategori Menengah:
Gold Award : PT Krakatau Bandar Samudera
Silver Award : PT Krakatau Waja Tama
Bronze Award : PT Krakatau Tirta Industri
Perusahaan Kategori Besar
Gold Award : PT Pupuk Kaltim (Persero)
Silver Award : PT Astra Daihatsu Motor
Bronze Award : PT Krakatau Steel (Persero), Tbk
Perusahaan yang mencapai score tertinggi (The Highest Score Achievement):
Platinum Award : PT Krakatau Steel (Persero), Tbk
Selain memperoleh predikat Platinum Award, PT Krakatau Steel (Persero), Tbk juga merupakan perusahaan pertama di dalam penyelenggaraan IQA yang berhasil meraih predikat Emerging Industrial Leader.
Download file Press Release |
| Penyelenggaraan Penganugerahan IQA 2010 - Friday, September 10, 2010SEMINAR NASIONAL DAN PENGANUGERAHAN IQA 2010
Berbasis Kriteria Malcolm Baldrige untuk Kinerja Ekselen
Seminar dengan Tema:
MEMBANGUN KINERJA EKSELEN UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN EKONOMI & DAYA SAING NASIONAL.
Diselenggarakan pada tanggal 24 NOVEMBER 2010
di BALLROOM I - HOTEL MULIA, SENAYAN - JAKARTA |
| 7 dari 10 BUMN dengan Laba Terbesar menggunakan Kriteria Ekselen Malcolm Baldrige - Tuesday, November 09, 2010 10 BUMN dengan Laba Terbesar pada Triwulan III 2010
1. PT Pertamina
2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
3. PT Perusahaan Listrik Negara
4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
5. PT Bank Mandiri Tbk
6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk
7. PT Bank Negara Indonesia Tbk
8. PT Semen Gresik Tbk
9. PT Pupuk Sriwidjaja
10. PT Asuransi Kesehatan
Sumber: Media Indonesia, 06 November 2010.
Dari 10 BUMN diatas, hanya 3 BUMN yang belum mengimplementasikan Kriteria Ekselen Malcolm Baldrige yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri dan PT Perusahaan Gas Negara. |
|