Menilai kinerja korporasi adalah tugas penting dalam manajemen bisnis yang seringkali alpa untuk diletakkan dalam daftar prioritas kunci. Manajemen terkini meletakkan penilaian kinerja sebagai titik awal untuk membangun korporasi yang unggul atau excellence. Ada dua alasan untuk menjelaskannya. Pertama, tugas pokok CEO setiap korporasi bukan lagi membangun atau bahkan turning-around, melainkan leveraging, mendongkrak ke jenjang baru yang berbeda dengan jenjang hari ini. Seperti membawa mobil untuk terbang ke angkasa. Metafora yang tidak terlalu tepat, tetapi memberikan gambaran bahwa yang we have to do the impossible thing, dan make the imposible become possible. Dengan mengetahui kinerja
korporasi pada hari ini, kita dapat merancang apa yang seharusnya kita lakukan esok hari. Kinerja korporasi menjadi kompas korporasi untuk menempatkannya pada posisi yang berbeda dengan hari ini. Ke dua, dengan mengetahui kinerja korporasi, kita dapat melihat kemajuan-kemajuan yang sudah dicapai, untuk didayagunakan sebagai motivator seluruh warga korporasi untuk memacu kepada jenjang keunggulan selanjutnya. Ada pepatah, keberhasilan melahirkan keberhasilan berikutnya. Dengan mengetahui bahwa kita sudah mencapai jenjang keberhasikan tertentu, akan memberikan semangat untuk menggapai jenjang keunggulan selanjutnya.
Pada tahun 2003 BUMN Executive Club melihat bahwa selama lima tahun terakhir pada saat itu, terutama pasca reformasi, BUMN mempunyai kesulitan untuk menilai seberapa baik kinerja korporasinya. Kriteria yang dilaksanakan oleh Pemerintah memang sudah baik, yang memberikan panduan berkenaan dengan BUMN yang sangat sehat hingga sangat tidak sehat. Sementara itu, berkembang pula berbagai metode penilaian kinerja yang dipilih oleh berbagai BUMN untuk melihat kondisi kinerjanya. Namun demikian, dari amatan para pendiri dan pengelola BUMN Executive Club, melalui serangkaian diskusi terarah dengan Kementerian BUMN dan pelaku BUMN, bermuara kepada simpulan: diperlukan sebuah metode yang komprehensif namun praktis, sekaligus yang berkelas dunia, atau dipergunakan oleh korporasi-korporasi yang ada di jajaran Fortune 500.
Metode tersebut kami temukan, yaitu Malcolm Baldrige for Performance Excellence. Metode ini telah diinisiasi oleh Forum Peduli Mutu beberapa BUMN dan menjelma menjadi Forum Ekselen BUMN, yang kemudian bergabung ke BUMN Excecutive Club, untuk kemudian membentuk Yayasan Indonesian Quality Award. Tepat tanggal 20 Juli 2004 lembaga yang mengemban misi dasar untuk turut serta membangun kinerja ekselen hingga untuk mencapai daya saing global didirikan.
Dipergunakan di seluruh dunia oleh lembaga bisnis yang masuk dalam daftar Fortune 500, metode Malcolm Baldrige dipilih untuk dijadikan sebagai inti pengembangan kinerja korporasi oleh Yayasan Indonesia Quality Award. Selama lima tahun, Yayasan IQA telah melaksanakan program Indonesia Quality Award (IQA) secara rutin. IQA pertama diselenggarakan tahun 2005 di Bali, IQA ke dua hingga ke lima (2006-2010) diselenggarakan di Jakarta. Dari sebuah program yang hanya diikuti 14 BUMN, pada hari ini IQA diikuti oleh 27 korporasi, termasuk dari swasta, yaitu Astra Daihatsu Motor dari Kelompok Astra International. Sementara, peserta yang mengikuti asesmen saja berjumlah 3 perusahaan. Perhatian Pemerintah Indonesia terhadap program IQA ini semakin meningkat. Dukungan telah diberikan secara penuh oleh Kementerian BUMN, bahkan sejumlah Kementeriaan memberikan apresiasi yang sangat mendukung, di antaranya Kementerian Perdagangan, Kermenterian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Riset dan Teknologi.
Kami memahami, lima tahun bukan usia yang sangat matang, tetapi kami berupaya keras untuk memberikan yang terbaik, untuk menjadi wahana menjadikan korporasi-korporasi Indonesia –bukan hanya BUMN—untuk menjadi the excellence corporations kelas dunia.
Dengan sepenuh hati kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh korporasi, terutama BUMN, yang telah menjadi bagian terpenting dalam proses pengembangan Excellence Corporations melaui IQA. Terima kasih kepada seluruh perusahaan-perusahaan swasta yang menjadi bagian untuk meluaskan layanan kami. Terima kasih kepada Kementerian Perdagangan, Kermenterian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Riset dan Teknologi, yang memberikan apresiasi kepada IQA. Secara khusus, terima kasih kepada Bapak Menteri BUMN beserta jajaran Kementerian BUMN, yang mendukung secara penuh perjalanan pelayanan IQA melalui Yayasan Indonesia Quality Award. Kami berharap, kiranya program Indonesia Quality Award memberikan kontribusi membangun kinerja ekselen hingga untuk mencapai daya saing global, sebagaimana misi dasar yang kami bawakan.
Jakarta, 4 April 2011
Yayasan Indonesian Quality Award
RICKY SAHALA P. SIAHAAN
Ketua umum