Site Map

PELAYANAN EKSELEN RUMAH SAKIT

   Minimize

Persoalan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit "mungkin"  menjadi  penyebab banyak pasien  Indonesia yang lebih suka berobat keluar negeri, ke Singapore atau Malaysia dan negara lain.

  " Kita tidak tidak bisa melarang Pasien untuk berobat Keluar Negri !!, karena itu adalah hak Pasien !" Ujar Bapak dr Supriyantoro, SpP.MARS Dir.Jend  Badan Usaha Kesehatan (BUK) Kementrian Kesehatan RI , saat menerima kunjungan/ audiensi pengurus Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) di kantor Kementrian Kesehatan Kuningan Jakarta  tanggal 14 april  2011 lalu. 

 " Kita harus intropeksi kedalam , tidak boleh diam dan menerima hal ini berlangsung terus !  Peningkatan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit harus diperbaiki dan ditingkatkan !", tambahnya. Tampaknya masalah ini akan menjadi skala prioritas untuk ditangani bagi dr Supriyantoro yang belum satu tahun menempati posisi direktur jendral BUK.

Karenanya  ketika Pengurus Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) , berkunjung dalam rangka Audiensi  memperkenalkan kegiatan IQA Foundation   , dan berkeinginan untuk mensosialisasikan  Metode Peningkatan Kinerja berbasiskan  Malcolm Baldridge Creteria for Healthcare di lingkungan rumah sakit di Indonesia , langsung direspon dengan baik dan   diarahkan untuk beraudiensi ke PERSI Persatuan Rumah Sakit Indonesia yang beranggotakan lebih dari 1500 rumah sakit di Indonesia, untuk membicarakan dan merundingkan bagaimana teknis terbaiknya.

Diharapkan, kerjasama  dengan   PERSI maka IQA Foundation akan bisa mensosialisasikan   metode  Baldridge Criteria for Healtcare, dan  akan menjadi pilihan pengelola Rumah Sakit dalam usahanya meningkatkan Kualitas Pelayanan dan  Kinerja Ekselen  Rumah Sakit secara keseluruhan. Dengan demikian  akan mengurangi  larinya pasien Indonesia untuk berobat ke Malaysia Singapore atau negara lainnya, dikemudian hari.

Malcolm Baldridge Creteria Performance Excellence terdiri dari tujuah 7 Creteria, adalah sebuah  Metode yang mengukur Proses dan Hasil , proses akan di ukur dan di evaluasi dengan pertanyaan yang bernuansa ADLI sedangkan Hasil/Result akan diukur dengan dimensi LeTCI . Pengukuran / Assesment dilaksanakan ole Assesor yang sudah dibekali keahlian . Proses Proses di 6 kategori Baldrige selalu ada hubungannya dengan RESULT dikategori 7, dan untuk mengetahui kualitasnya maka proses proses itu  dibedah  atau diases dengan 317 pertanyaan how nya Baldridge.    Sangat comprehensive dan masuk sampai ke detail , karenanya para Assesor akan menemu kenali segala kekuatan kekuatan yang ada di proses proses tersebut, dan  menuliskan temuan temuan  dalam sebuah dokumen yang dinamakan "feedback report". Dalam dokumen Feedback Report ini akan ada  pernyataan pernyataan tentang hal hal yang perlu diperbaik, yang dikenal dengan istilah  OFI Opportunity For Improvement.

PT Krakatau Steel yang dalam iqa award 2010 meraih Platinum Award , dan menjadikan BUMN pertama yang masuk dalam level Emerging Industry Leader,  memakai memakai feedback report sebagai acuan dalam   memantau kinerja baik itu di corporate atau  anak perusahaan . sangat membantu dalam meringankan tugas Pimpinan.  Inilah salah satu keampuhan metode Baldridge ini. Sampai saat ini sudah dipakai di 78 negara sebagai alat untuk meningkatkan Kinerja Ekselen Organisasi .

Copyright 2009 by IQA Foundation